Lambeturah.co.id - TVRI tengah menjadi sorotan di sosial media usai membeli hak siar Piala Dunia 2026.
Di mana sebelumnya diketahui jika TVRI sudah membeli hak siar dari tayangan Piala Dunia 2026 dengan mengenakan APBN dengan nilai Rp1,3 triliun.
Namun setelah Piala Dunia 2026 dilaksanakan, diduga TVRI malah meminta penonton untuk berlangganan di aplikasi video.
Hal itu diketahui dari unggahan yang dibagikan di akun X @indepensumatera yang dikutip Kilat.com pada 18 Juni 2026.
"Kalian harus tahu wak, tipu-tipu ala TVRI. TVRI membeli hak siaran Piala Dunia 2026 memakai uang rakyat sebanyak Rp1,3 triliun. Dengan gimick menyiarkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 secara gratis bagi masyarakat Indonesia. Faktanya jika mau nonton lewat HP, tab, laptopnya, dan sejenisnya wajib berlangganan di Folaplay atau Maxstream. Artinya tidak gratis 100 persen alias scam," katanya.
Padahal diketahui bahwa TVRI adalah pemegang hak siar penuh Piala Dunia 2026. Diantaranya mencakup TV, radio, mobile, dan Internet.
Sontak saja kabar itu menjadi viral hingga menuai berbagai komentar dari netizen.
"Ini yang harus dijawab sih. Kalau memang ada kerja sama resmi, tinggal buka aja skemanya. Publik pasti lebih tenang kalau datanya transparan," kata netizen.
"1,3 T udah paling mahal dibanding negara tetangga + dilempar ke platform streaming. Tentu ada biaya yang dikeluarkan oleh platform streaming untuk dapat akses itu kan?," timpal netizen lainnya.
"Gratis tapi bayar membership," sahutnya lagi.





