Lambeturah.co.id - Kondisi keprihatinan pendidikan di daerah kembali menjadi sorotan publik. Sebuah Video yang memperlihatkan kondisi Sekolah Dasar (SD) berdinding triplek di Kabupaten Kampar, Riau, mendadak viral di media sosial. Sekolah tersebut diketahui dibangun secara swadaya oleh seorang guru bernama Rohmawati.

Awalnya, Rohmawati menyuarakan kondisi minimnya fasilitas tempat mengajar tersebut ke media dengan harapan bisa mengetuk hati pemerintah daerah setempat agar memberikan perhatian dan bantuan fasilitas yang layak. Namun, alih-alih mendapatkan bantuan pembangunan gedung secara cepat, respons yang diterima justru memicu kemarahan publik.

Tak lama setelah videonya menyebar luas, Rohmawati mendadak didatangi oleh jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar. Pasca-kunjungan tersebut, sang guru justru diminta untuk membuat video klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik.

Langkah Pemkab Kampar ini langsung memancing reaksi keras dari warganet di berbagai media sosial. Banyak netizen yang merasa prihatin dan menyayangkan sikap pemerintah daerah yang dinilai lebih mementingkan citra ketimbang menyelesaikan akar masalah.

"Sedih melihat guru yang bersuara malah disuruh klarifikasi seperti ini. Walaupun statusnya bukan SD induk, sudah seharusnya ruang kelas memiliki bangunan yang layak," tulis salah satu warganet di platform Threads.

Reaksi defensif dari pihak Pemkab Kampar yang berdalih tidak mengetahui keberadaan kelas tersebut juga menjadi sasaran kritik pedas. Pernyataan seperti "Kita tidak tahu kalau sekolah ini ada" dan keluhan bahwa "Orang berprasangka pemerintah tutup mata" dinilai netizen sebagai bentuk ketidakpedulian struktur dinas terkait.

"Kalau tidak tutup mata, seharusnya pemerintah tahu keberadaan sekolah dan siswanya sejak awal," tambah warganet lainnya.

Hingga saat ini, gelombang simpati untuk Rohmawati terus mengalir di media sosial, diiringi desakan agar Pemkab Kampar dan Dinas Pendidikan setempat segera merenovasi bangunan sekolah triplek tersebut menjadi ruang kelas yang layak dan aman bagi proses belajar-mengajar.