Lambeturah.co.id – Influencer Vilmei kembali memberikan kabar terbaru terkait kasus dugaan penipuan yang melibatkan mantan karyawannya, Zahra, bersama Arka dan seorang rekannya bernama Lusi.

Dalam keterangannya, Vilmei menyebut Arka dan Zahra telah diamankan oleh pihak kepolisian dan ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya disebut menjalani proses hukum bersama satu orang lainnya.

Vilmei mengaku sempat mendatangi pihak yang terlibat untuk melihat kondisi mereka sekaligus mengikuti perkembangan proses penyidikan.

"Arka sama Zahra mereka udah ditangkap juga, terus udah disahkan sebagai tersangka. Dia jadi tersangka bertiga sama temannya satu lagi, namanya Lusi," ujar Vilmei.

Menurut Vilmei, kedatangannya bukan semata-mata untuk menjenguk, melainkan juga berkaitan dengan proses penyidikan yang sedang berlangsung.

Ia mengaku perasaannya campur aduk ketika melihat kondisi para tersangka. Meski merasa kasihan, Vilmei memilih menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

"Kita puas? Enggak juga. Sebenarnya agak kasihan, agak enggak tega juga. Cuma kita ngikutin prosedur dari kepolisian," katanya.

Vilmei juga mengungkap respons keluarga Arka dan Zahra setelah kasus tersebut mencuat. Menurutnya, pihak keluarga menyampaikan permintaan maaf dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.

"Keluarga Arka kemarin minta maaf. Dari pihak keluarga dua-duanya bilang mereka serahkan saja kepada kepolisian," tutur Vilmei.

Ia mengatakan, keluarga tidak banyak memberikan pembelaan terhadap tindakan yang diduga dilakukan oleh keduanya. Vilmei berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pelajaran bagi Arka dan Zahra.

"Semoga Arka sama Zahra bisa belajar dari pengalaman dan kesalahan mereka," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Vilmei juga menjelaskan bahwa Zahra sebenarnya bukan orang yang memiliki akses khusus sebagai orang kepercayaan dirinya.

Zahra disebut bekerja sebagai live streamer dan biasanya melakukan siaran selama beberapa jam setiap hari. Menurut Vilmei, dugaan pengambilan saldo dilakukan dengan memanfaatkan akses terhadap telepon seluler yang digunakan untuk kebutuhan pekerjaan.

Vilmei menjelaskan, ketika mendapat jadwal kerja malam, Zahra disebut mengambil ponsel milik editor dari tempat penyimpanan dan membawanya pulang. Setelah itu, ponsel tersebut dikembalikan ke tempat semula keesokan harinya.

Menurut Vilmei, kondisi tersebut membuat aktivitas yang diduga dilakukan Zahra tidak langsung diketahui oleh anggota tim lainnya.

"Jadi sebenarnya Zahra itu bukan orang kepercayaan. Kita juga enggak dekat," kata Vilmei.

Vilmei mengaku sebelumnya tidak rutin memeriksa saldo karena memang berencana mengumpulkannya untuk kebutuhan rumah.

Ia mengatakan saldo tersebut rencananya digunakan untuk membeli kebutuhan interior rumah, termasuk kamar pribadinya.

Awalnya, Vilmei mengaku tidak menyadari adanya pengurangan saldo karena mengira jumlah uang yang tersisa memang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Namun, kecurigaan muncul ketika saldo yang sebelumnya berada di kisaran Rp500 juta mengalami penurunan drastis.

"Terus bulan kemarin dia ngambilnya terlalu banyak. Dia ngambil satu bulan itu Rp500 juta, jadi saldo aku sudah sisa Rp1 juta doang. Makanya aku sadar uangnya hilang," ungkapnya.

Vilmei menyebut sebelumnya pengurangan dalam jumlah Rp100 juta hingga Rp200 juta tidak langsung membuatnya curiga karena saldo memang jarang diperiksa.

Selain soal dugaan pengambilan uang, Vilmei juga mengungkap hal lain yang baru diketahuinya terkait Zahra.

Menurut cerita yang disampaikan dalam wawancara tersebut, Zahra disebut kerap memperhatikan penampilan Vilmei, mulai dari makeup hingga gaya dan sejumlah perawatan kecantikan.

Zahra bahkan disebut mengikuti beberapa hal yang berkaitan dengan penampilan Vilmei, termasuk penggunaan produk kecantikan dan prosedur estetika.

"Dia sering merhatiin aku, kayak pakai makeup apa. Terus kalau ada hidung atau apanya yang berbeda, dia kayak kepo dan pengin juga," ujar Vilmei.

Meski demikian, informasi tersebut baru diketahui Vilmei setelah kasus tersebut mencuat.

Vilmei mengaku pengalaman tersebut membuatnya lebih berhati-hati dalam mempercayakan akses kepada orang lain.

Ia juga menyadari bahwa sebelumnya dirinya cenderung tidak terlalu mempermasalahkan kerugian yang dialami ketika orang-orang di sekitarnya melakukan kesalahan.

Menurut Vilmei, sikap tersebut kemungkinan membuat orang lain menganggap dirinya tidak akan mengambil langkah hukum secara serius.

"Selama ini mungkin itu salah aku juga. Aku biasanya enggak take it serius karena menurut aku kerugiannya masih bisa aku ikhlasin," tuturnya.

Namun, untuk kasus yang kini tengah berjalan, Vilmei memilih menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyidikan kepolisian.