Lambeturah.co.id - Media sosial belakangan dipenuhi dengan kampanye “Stop Tot Tot Wuk Wuk”, yang merupakan bentuk sindiran pedas terhadap maraknya penggunaan sirene dan lampu strobo di jalan raya.
Banyak netizen yang mengunggah foto stiker “Stop Tot Tot Wuk Wuk” yang mereka tempelkan di kendaraannya masing-masing.
Ditya Nanaryo Aji, Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Madya (Koordinator Humas) IKP Dinas Kominfo DIY, menegaskan jika mobil dinas milik Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, tidak menggunakan strobo.
“Ya karena beliau (Sultan) mungkin merasa bahwa hal tersebut tidak perlu. Perjalanan sehari-hari beliau dari Keraton kilen ke kantor juga dekat. Cenderung landai, tidak macet,” katanya dikutip pada Rabu (24/9/2025).
Tak hanya itu, kendaraan dinas dan pribadinya, Ditya juga menambahkan bahwa Sultan jarang menggunakan fasilitas pengawalan untuk agenda kedinasan.
“Beliau juga jarang menggunakan fasilitas pengawalan untuk agenda-agenda kedinasan lain. Misal kunjungan ke kabupaten atau kota. Jarang sekali beliau menggunakan pengawalan,” ungkapnya.
Kampanye “Stop Tot Tot Wuk Wuk” muncul sebagai bentuk protes publik terhadap penggunaan sirene dan strobo yang dianggap sembarangan.





