Lambeturah.co.id – Aktris Zaskia Adya Mecca tak kuasa menahan tangis saat melihat langsung kondisi kabut asap pekat yang menyelimuti Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap masyarakat yang harus bertahan di tengah kondisi udara yang memprihatinkan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Zaskia memperlihatkan kondisi udara yang dipenuhi asap. Ia mengaku emosional setelah menyaksikan sendiri situasi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan tersebut.

Zaskia mengatakan kondisi udara saat kunjungannya bahkan disebut lebih baik dibandingkan pekan sebelumnya. Namun, menurutnya, keadaan tersebut tetap sulit diterima karena masyarakat masih harus menghirup udara yang tercemar asap.

"Jujur aku emosional banget di sini. Ini adalah tempat yang gak layak banget buat hidup," ungkap Zaskia dalam unggahannya, sebagaimana dikutip dari pemberitaan detikcom, Selasa (20/10/2026).

Istri sutradara Hanung Bramantyo itu mengaku semakin sedih setelah mengetahui bahwa masyarakat setempat telah menghadapi kondisi tersebut selama kurang lebih empat bulan.

Menurut Zaskia, situasi ini menjadi pengingat bahwa tidak semua orang memiliki pilihan untuk meninggalkan lingkungan yang terdampak kabut asap. Sebagian warga terpaksa tetap tinggal dan menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kondisi udara yang tidak sehat.

Ia juga membayangkan betapa beratnya kehidupan masyarakat yang terus terpapar asap tanpa mengetahui kapan keadaan akan kembali normal.

Sebagai seorang ibu dari empat anak, Zaskia mengaku sulit membayangkan jika dirinya dan keluarga harus menjalani kehidupan dalam kondisi serupa. Ia pun menyampaikan harapan agar hujan segera turun dan membantu meredakan kebakaran yang terjadi.

Kedatangan Zaskia ke Kalimantan Tengah bukan sekadar untuk melihat kondisi kabut asap. Ia juga turun langsung membantu upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan serta menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak.

Dalam kunjungannya, Zaskia melihat perjuangan para relawan yang berusaha memadamkan api dengan keterbatasan peralatan dan biaya operasional.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah relawan bahkan harus mengumpulkan uang pribadi untuk membeli bahan bakar mesin pemadam. Kondisi tersebut membuatnya semakin terharu karena para relawan tetap berusaha melindungi lingkungan dan permukiman warga meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.

Zaskia juga berkesempatan ikut membantu pemadaman kebakaran di lahan gambut. Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa upaya pemadaman membutuhkan tenaga besar dan dukungan perlengkapan yang memadai.

Menurutnya, perjuangan para relawan tidak seharusnya luput dari perhatian, mengingat mereka menghadapi risiko di lapangan demi mencegah kebakaran meluas ke kawasan permukiman.

Melihat kondisi yang terjadi di Palangka Raya, Zaskia berharap adanya pertolongan dan penanganan yang lebih baik bagi masyarakat terdampak karhutla.

Ia mengaku sulit menahan air mata ketika menyaksikan langsung situasi tersebut, terlebih setelah mengetahui bahwa warga telah bertahan dalam kondisi yang sama selama berbulan-bulan.

Melalui unggahannya, Zaskia turut menyuarakan harapan agar hujan segera turun sehingga dapat membantu mengurangi dampak kebakaran dan kabut asap.