Lambeturah.co.id — Musisi Katon Bagaskara akhirnya mendapat kepastian untuk kembali ke Indonesia setelah sempat terombang-ambing selama sekitar enam jam di Bandara Internasional Cointrin, Jenewa, Swiss.
Vokalis KLa Project itu sebelumnya mengalami kendala ketika hendak melakukan check-in penerbangan Etihad Airways dengan rute Jenewa-Abu Dhabi sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia.
Katon menceritakan pengalaman tersebut melalui unggahan di media sosial. Dalam situasi tersebut, ia mengaku dibuat bingung karena belum memperoleh kepastian mengenai status penerbangannya.
Menurut Katon, informasi yang muncul di situs Etihad sempat menunjukkan kondisi penerbangannya seolah-olah telah berjalan, sementara dirinya justru masih berada di bandara dan belum mendapatkan kepastian dari petugas check-in.
Situasi itu membuat Katon khawatir penerbangannya telah terlewat atau bahkan mengalami pembatalan tanpa pemberitahuan yang jelas.
“Jangan-jangan flight kita udah ke-cancel, karena di web kok tulisannya pesawat udah take off,” ujar Katon dalam unggahannya.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Katon berupaya mencari solusi dengan menghubungi pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), termasuk KBRI Jenewa dan KBRI Abu Dhabi.
Persoalan yang dihadapinya berkaitan dengan perjalanan transit di Abu Dhabi. Pihak Etihad disebut mempertimbangkan kemungkinan adanya kendala dokumen ketika Katon harus melakukan transit di wilayah tersebut.
Kondisi semakin rumit karena perjalanan menuju Indonesia juga berada di tengah situasi gangguan penerbangan akibat penutupan Bandara Soekarno-Hatta yang dikaitkan dengan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Katon pun sempat meminta bantuan orang-orang yang memiliki koneksi dengan Etihad di Indonesia agar persoalan penerbangannya bisa segera mendapatkan kepastian.
Setelah menunggu selama kurang lebih enam jam, kabar yang ditunggu Katon akhirnya datang.
Pada Selasa, 8 September 2026, Katon mengabarkan bahwa pihak Etihad telah mengonfirmasi penerbangannya sehingga ia bisa melanjutkan perjalanan menuju Indonesia.
“Gue cuma mau update setelah akhirnya terombang-ambing 6 jam, baru Etihad memberi kabar bahwa pesawat gue confirm,” kata Katon.
Kali ini, Katon dijadwalkan terbang dari Jenewa menuju Denpasar dengan transit terlebih dahulu di Abu Dhabi.
Kepastian tersebut menjadi titik terang setelah sebelumnya Katon dibuat khawatir mengenai nasib perjalanan dan tiket yang telah dimilikinya.
Meski akhirnya mendapatkan solusi, Katon tetap memberikan catatan kepada Etihad.
Ia menyoroti ketidaksesuaian informasi antara petugas di meja check-in dengan informasi yang ditampilkan melalui situs maskapai.
Menurut Katon, kondisi tersebut membuat penumpang sulit mengetahui secara pasti apakah penerbangan mereka masih berjalan, dibatalkan, atau mengalami perubahan.
“Thank you Etihad udah mendengarkan omongan gue, tapi lain kali dibuat aja dong yang kompak gitu lho, antara check-in desk dan web-nya,” tutur Katon.
Bagi Katon, persoalan tersebut bukan sekadar menunggu penerbangan. Ketidakjelasan informasi selama berjam-jam membuat dirinya harus mencari bantuan dan memastikan kembali apakah perjalanan menuju Indonesia masih bisa dilakukan.
Setelah kepastian diberikan oleh maskapai, Katon akhirnya dapat melanjutkan perjalanan pulang ke Tanah Air melalui rute Abu Dhabi.
Kisah tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Katon setelah sebelumnya berada di Swiss untuk mengikuti sebuah pertunjukan musik di Musikschule Konservatorium di kawasan Kota Tua Bern pada 30 Agustus 2026.





