Lambeturah.co.id – Rumah tangga Raisya Bawazier dan Muhammad Zidan kini memasuki babak baru setelah keduanya menjalani proses mediasi di Pengadilan Agama Jakarta Pusat.
Usai menjalani mediasi, Raisya Bawazier akhirnya memberikan pernyataan mengenai sikapnya dalam perkara perceraian tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya sudah mantap untuk mengakhiri rumah tangga bersama Muhammad Zidan.
Raisya bahkan mengungkap bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari keinginannya untuk ditalak oleh sang suami.
“Sudah memang sepakat. Aku yang memang minta,” ujar Raisya ketika ditemui usai menjalani proses persidangan.
Saat ditanya mengenai alasan dirinya meminta ditalak, Raisya memilih tidak membeberkan persoalan rumah tangganya secara detail kepada publik.
“Wah, susah ya kalau misalnya aku jelasin di sini. Kayaknya nggak bisa aku jelasin secara publik. Tapi yang jelas aku memang sudah mantap,” tuturnya.
Raisya juga mengakui dirinya telah merasa sangat kecewa dengan kondisi rumah tangganya.
Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara terperinci bentuk kekecewaan tersebut karena proses perkara masih berjalan di pengadilan.
Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum Raisya menjelaskan bahwa kedua pihak telah mengikuti proses mediasi sebagaimana prosedur yang berlaku dalam perkara perceraian.
Mediasi tersebut dilakukan sebelum perkara memasuki pemeriksaan pokok perkara.
Menurut kuasa hukum, dalam proses tersebut memang tidak tercapai kesepakatan untuk kembali mempertahankan rumah tangga. Perkara pun akan dilanjutkan ke agenda pemeriksaan pokok perkara.
“Ya nanti kita kan tentunya akan saling jawab-jawaban dan memberikan bukti ya nanti di pokok perkara. Ini masih terlalu dini karena ini kan masih baru selesai proses mediasi dan tidak ada titik temu dan akan lanjut ke pokok perkara,” jelasnya.
Meski tidak ada kesepakatan untuk rujuk, terdapat kesepakatan antara kedua pihak terkait nafkah dan masa idah.
“Tadi memang ada kesepakatan mengenai nafkah mut'ah dan idah aja ya. Nanti akan lanjut ke prosesnya di pokok perkara,” ujar kuasa hukum.
Ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari proses persidangan berikutnya.
“Hakim mediator juga nanti akan memberikan kesepakatannya ke hakim yang nanti akan memeriksa di persidangan,” lanjutnya.
Kuasa hukum Raisya juga memberikan penjelasan mengenai kondisi kliennya selama menjalani rumah tangga dengan Muhammad Zidan.
Ia menegaskan bahwa Raisya bukan pihak yang berkhianat atau tidak menjalankan kewajibannya sebagai istri.
“Yang jelas klien saya ini Raisya bukan istri yang berkhianat, bukan istri yang ... dan sempat mengikuti kemauan juga kok dari suami,” ungkapnya.
Menurutnya, Raisya bahkan sempat mengikuti keputusan dalam rumah tangga, termasuk menghentikan aktivitasnya di dunia entertainment setelah menikah.
Raisya sendiri membenarkan bahwa dirinya sudah cukup lama tidak menjalani aktivitas syuting.
“Udah setahun aku nggak syuting karena perjanjian nggak boleh syuting kalau sudah nikah,” kata Raisya.
Ia menyebut keputusan tersebut merupakan bentuk dirinya menghormati kesepakatan dalam rumah tangga.
“Jadi ya aku turutin,” lanjutnya.
Persoalan nafkah juga sempat menjadi perbincangan di tengah proses perceraian Raisya Bawazier dan Muhammad Zidan.
Sebelumnya beredar informasi mengenai nominal nafkah yang diberikan dalam rumah tangga tersebut. Namun, kuasa hukum Raisya memilih tidak memperdebatkan angka yang beredar di ruang publik.
Ketika ditanya mengenai klaim nafkah sebesar Rp30 juta per bulan, kuasa hukum Raisya mengatakan pihaknya akan memberikan jawaban pada tahapan persidangan yang sesuai.
“Kalau itu ya silakan saja mengklaimnya, itu nanti kita akan jawab di agenda jawab-jawab dan juga nanti kan kita akan ada agenda pembuktian,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa proses persidangan perkara perceraian berlangsung tertutup sehingga tidak seluruh materi persidangan dapat disampaikan kepada publik.
“Kami akan memberikan komunikasi-komunikasi yang baik antara dua pihak karena ini juga sudah ada kesepakatan nafkah, nafkah dan idah,” ujarnya.
Sebelumnya, Muhammad Zidan sendiri menyampaikan bahwa dirinya pernah memberikan nafkah lebih dari Rp30 juta per bulan. Ia juga menyebut terdapat bukti mengenai pemberian nafkah tersebut.
Namun, Zidan juga mengungkap adanya perbedaan kondisi pendapatan serta latar belakang kehidupan antara dirinya dan Raisya.
“Ya beda visi-misi mungkin ya. Kan Raisa kan biasa di Jakarta, saya biasa di daerah. Jadi mungkin beda apa ya pemikiranlah,” kata Zidan.
Di tengah isu perceraian tersebut, kabar mengenai dugaan orang ketiga juga sempat menjadi perhatian.
Raisya maupun pihak kuasa hukumnya tidak ingin isu tersebut berkembang tanpa adanya pembuktian dalam persidangan.
Sebelumnya, Zidan juga menyebut bahwa persoalan rumah tangga mereka lebih berkaitan dengan ketidakcocokan dan perbedaan visi-misi. Ia bahkan mengakui kemungkinan dirinya memiliki kesalahan dalam perjalanan rumah tangga tersebut.
“Raisanya baik-baik aja sih. Ya mungkin saya yang salah dikitlah dari awal sampai akhirnya bisa jadi kayak gini,” ujar Zidan.
Sebelum proses perceraian masuk ke pengadilan, Raisya dan Zidan diketahui sudah tidak tinggal serumah.
Zidan sebelumnya membenarkan bahwa keduanya telah pisah rumah sejak lama, meski ia mengaku tidak mengingat secara pasti tanggal mereka mulai tinggal terpisah.
Dalam pernyataan terbarunya, Raisya juga menyebut bahwa kondisi hubungan mereka memang sudah sampai pada tahap yang membuatnya mantap untuk berpisah.
“Ya, minta di talak juga,” kata Raisya.
Perkara perceraian Raisya Bawazier dan Muhammad Zidan tercatat di Pengadilan Agama Jakarta Pusat dengan nomor 1440/Pdt.G/2026/PA.JP. Permohonan cerai talak tersebut didaftarkan Muhammad Zidan pada 21 Agustus 2026.
Dengan adanya proses mediasi yang tidak menghasilkan kesepakatan untuk mempertahankan rumah tangga, perkara tersebut akan berlanjut ke pemeriksaan pokok perkara.
Baik Raisya maupun kuasa hukumnya menyatakan akan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.
Kuasa hukum Raisya juga menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mengawal perkara tersebut secara profesional hingga proses persidangan selesai.
“Kalaupun ada perdamaian, kami bersyukur dan apabila tidak ada kesepakatan, kami juga sebagai kuasa hukum profesional akan mengawal kasus ini,” katanya.
Raisya pun menutup pernyataannya kepada awak media dengan singkat.
“Bye, see you again. Alhamdulillah sehat banget,” ucap Raisya sebelum meninggalkan lokasi.
Untuk saat ini, Raisya dan Muhammad Zidan masih berstatus sebagai pasangan yang perceraiannya sedang diproses di Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Belum ada putusan pengadilan yang menyatakan perkawinan keduanya telah resmi berakhir.





