Lambeturah.co.id - Sebuah unggahan di media sosial mendadak viral usai memperlihatkan keluhan seorang penumpang pria yang mendapati aksi rombongan ibu-ibu berisik di dalam kereta api rute Stasiun Padang menuju Kayu Tanam, Sumatera Barat.

Melalui akun medsosnya, pemuda tersebut menceritakan pengalamannya yang berani menegur rombongan berisi sekitar 10 hingga 15 orang ibu-ibu yang naik dari Stasiun Lubuk Buaya. Gerbong kereta api (KA) Lembah Anai yang semula tenang dan damai mendadak bising layaknya suasana pasar.

"Dari awal mereka masuk yang tadinya suasana gerbong kereta itu diam damai jadi kayak pasar, saya yang dari awalnya tidur untuk istirahat kaget karena ibu-ibu ini super heboh," tulisnya dalam unggahan viral tersebut.

Kondisi bising yang tak kunjung reda membuat pemuda ini memutuskan untuk menegur rombongan secara langsung. Namun bukannya meminta maaf, rombongan tersebut justru berlindung di balik profesi mereka dan berdalih tidak ada larangan tertulis di dalam kereta.

"Saya tegur, mereka nyolot dengan berlindung di balik kata-kata 'KITA INI GURU' dan kalimat 'GAK ADA ATURAN BERISIK'. Memang di kereta itu gak ada poster atau stiker dilarang berisik, tapi akal dipakai dong, masa iya di tempat umum Anda seperti itu?" tegasnya.

Tak sampai di situ, kekesalan pemuda tersebut makin memuncak saat tiba di Stasiun Kayu Tanam. Salah satu anggota rombongan justru memamerkan gelar pendidikan tinggi yang dimiliki oleh kelompok mereka.

"Yang lebih gak masuk akal ketika sampai di stasiun terakhir, ada satu dari mereka yang bilang 'EH TAU GAK 3 ORANG DI ROMBONGAN SAYA ITU DOKTOR'. Jadi heran, emang ada DOKTOR seperti itu? Gak pantes asli," tambahnya.

Aksi pemuda yang diibaratkan netizen sebagai aksi "Solo vs Squad" ini memancing beragam reaksi publik yang menyayangkan sikap oknum pendidik tersebut di ruang publik.

Menanggapi insiden yang viral tersebut, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui akun resmi Railmin KAI121 menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang selama perjalanan KA Lembah Anai (B52A).

"Railmin telah berkoordinasi dengan unit terkait mengenai laporan tersebut. Berdasarkan informasi yang kami terima, petugas telah berupaya mengingatkan penumpang untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan selama perjalanan," tulis pihak KAI.

KAI juga mengimbau seluruh pengguna jasa kereta api untuk senantiasa saling menghargai dan menjaga ketertiban umum. Apabila pelanggan merasa terganggu oleh penumpang lain selama perjalanan, masyarakat disarankan untuk dapat langsung melapor kepada kondektur yang sedang berdinas agar segera ditindaklanjuti.