Lambeturah.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Kobaran api bahkan merembet hingga mendekati permukiman warga dan nyaris membakar sebuah gereja serta rumah penduduk.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Mambulilling, Kabupaten Mamasa, pada Senin (5/10/2026). Besarnya kobaran api sempat membuat warga di sekitar lokasi panik lantaran khawatir api semakin meluas dan menjalar ke bangunan di sekitar titik kebakaran.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, dan masyarakat kemudian dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Namun, proses penanganan tidak mudah lantaran lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Kondisi tersebut membuat petugas bersama warga melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya. Mereka berupaya menghentikan perambatan api agar tidak semakin mendekati permukiman.

Petugas BPBD Mamasa, Alfredi Toding, mengatakan tim juga melakukan penanganan di Dusun Bang Kali, Desa Rambusaratu.

"Malam ini kami melakukan penanganan di Dusun Bang Kali, Desa Rambusaratu dan saat ini api masih berkobar," ujar Alfredi, sebagaimana dikutip dari media yang mewawancarainya, Senin (5/10/2026).

Setelah berjibaku memadamkan api, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan kobaran yang sempat mengancam permukiman. Gereja dan rumah warga yang berada di sekitar lokasi pun berhasil diselamatkan.

BPBD Mamasa mencatat terdapat dua titik kebakaran lahan dalam satu hari, yakni di Desa Rambusaratu dan Desa Mambulilling.

Petugas masih melakukan pemantauan di kedua lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali membesar. Kondisi lahan yang kering juga membuat potensi munculnya kembali kobaran api tetap perlu diwaspadai.

Kebakaran di dua lokasi tersebut diperkirakan telah menghanguskan puluhan hektare lahan dan hutan pinus.

Karhutla menjadi salah satu persoalan yang terus dihadapi Mamasa selama musim kemarau. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Mamasa mencatat puluhan kejadian karhutla yang tersebar di sejumlah wilayah.

Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Kondisi lahan yang kering dapat membuat api dengan cepat merambat dan berpotensi mengancam kawasan hutan maupun permukiman warga.