Lambeturah.co.id – Kondisi Jalan Unta Raya, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah aspal yang baru diperbaiki kembali mengalami kerusakan. Jalan yang sebelumnya tampak mulus itu dilaporkan terkelupas setelah diduga dilalui alat berat.

Kerusakan tersebut menuai keluhan warga lantaran perbaikan jalan belum lama dilakukan. Alih-alih bertahan dalam kondisi baik, permukaan aspal justru kembali terkeruk dan meninggalkan bekas roda yang cukup panjang.

Berdasarkan laporan media yang mewawancarai, Selasa (20/10/2026), kerusakan terlihat di Jalan Unta Raya, tepatnya di bawah jalan layang atau flyover. Aspal tampak mengelupas dan membentuk lubang memanjang dengan panjang kerusakan diperkirakan hampir 100 meter.

Kondisi itu membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati ketika melintas, terutama pengendara sepeda motor yang berisiko kehilangan keseimbangan saat melewati permukaan jalan yang tidak rata.

Seorang warga bernama Maulida (38) mengungkapkan, kerusakan mulai terlihat pada Senin (19/10/2026) siang. Padahal, jalan tersebut baru saja diperbaiki sekitar tiga hari sebelumnya.

Sebelum diaspal ulang, Jalan Unta Raya memang memiliki permukaan bergelombang dan sejumlah lubang kecil. Namun, setelah dilakukan perbaikan menggunakan aspal hotmix, kondisi jalan sempat terlihat lebih baik.

Sayangnya, permukaan jalan kembali rusak setelah alat berat melintas di lokasi tersebut.

“Sudah cantik, sudah hitam, kemarin malah dilewati alat berat itu jadi bekasnya nyata, rusak lagi,” ujar Maulida.

Maulida mengaku tidak mengetahui secara pasti tujuan alat berat yang melintas. Ia hanya melihat kondisi jalan yang kembali rusak setelah kendaraan berat tersebut melewati permukaan aspal.

Ia pun menyayangkan kejadian tersebut karena perbaikan jalan yang baru dilakukan seharusnya bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam jangka waktu lebih lama.

Menurutnya, pemerintah perlu segera melakukan perbaikan kembali agar jalan dapat digunakan dengan aman dan nyaman.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Evan (28). Ia menilai kerusakan jalan yang baru diaspal tersebut perlu menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Evan berharap pihak terkait segera memperbaiki bagian jalan yang terkelupas. Ia juga menyoroti cara pemindahan alat berat yang dinilai seharusnya tidak dilakukan dengan melintasi langsung permukaan aspal yang baru selesai dikerjakan apabila berisiko merusaknya.

Menurut Evan, alat berat dapat diangkut menggunakan truk khusus untuk menghindari kerusakan pada jalan yang baru diperbaiki.

“Alat berat kan harusnya kalau lewat diangkut dulu pakai truk supaya aspalnya nggak rusak, nanti baru digendong truk terus dibawa ke sana,” tuturnya.

Ia mengingatkan, kerusakan jalan bukan sekadar persoalan tampilan atau kualitas infrastruktur. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Permukaan aspal yang terkelupas dan berlubang membuat pengendara harus mengurangi kecepatan serta memilih jalur yang dianggap lebih aman. Situasi ini berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas, terlebih jika banyak kendaraan melintas secara bersamaan.

Risiko kecelakaan juga dapat meningkat ketika hujan turun. Air yang menggenangi lubang jalan bisa menyamarkan kedalaman kerusakan sehingga sulit terlihat oleh pengendara.

Karena itu, warga meminta agar penanganan tidak hanya dilakukan dengan menambal bagian yang rusak, tetapi juga disertai evaluasi terhadap proses pekerjaan dan pengawasan di lapangan.

Mereka berharap perbaikan infrastruktur dapat dilakukan secara optimal sehingga anggaran yang digunakan benar-benar menghasilkan jalan yang aman, kuat, dan tahan lama.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, membenarkan bahwa Jalan Unta Raya merupakan ruas jalan milik Pemerintah Kota Semarang.

Ia menyatakan bahwa ruas jalan tersebut memang sedang dalam pengerjaan pemerintah dan kerusakannya akan segera diperbaiki.

“Benar (ruas jalan Pemkot) itu sedang ada pekerjaan Pemkot dan segera diperbaiki,” kata Suwarto melalui pesan WhatsApp, Selasa (20/10/2026).

Ketika ditanya mengenai fungsi alat berat yang melintas di lokasi, Suwarto menjelaskan bahwa aktivitas tersebut berkaitan dengan pekerjaan overlay aspal jalan, yakni pelapisan ulang permukaan jalan.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan di lokasi masih berkaitan dengan pekerjaan infrastruktur. Namun, penyebab teknis kerusakan aspal setelah alat berat melintas belum dijelaskan secara terperinci.