Lambeturah.co.id - Suasana di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, berubah tegang pada Sabtu (15/8/2026). Di tengah aksi massa peringatan 21 tahun penandatanganan MoU Helsinki, bendera Bulan Bintang terlihat berkibar di antara kerumunan warga.
Pengibaran bendera yang identik dengan simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut langsung memicu respons cepat dari aparat keamanan. Sejumlah personel TNI tampak bersiaga di lokasi untuk menghalau dan membatasi pergerakan massa guna mencegah situasi berkembang semakin panas.
Kegiatan pada 15 Agustus 2026 ini sejatinya dirancang sebagai agenda zikir, doa bersama, dan Musyawarah Besar Bangsa Aceh yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Namun, kemunculan bendera Bulan Bintang kembali mencuatkan polemik lama terkait aturan simbol daerah di Aceh.
Meskipun MoU Helsinki 2005 memberi ruang bagi Aceh untuk memiliki simbol wilayah tersendiri, penggunaan desain Bulan Bintang hingga kini masih menjadi perdebatan dengan pemerintah pusat karena regulasi lambang daerah. Kejadian serupa tercatat pernah terjadi di lokasi yang sama pada 4 Desember 2020 lalu.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan rincian resmi terkait kronologi lengkap, jumlah massa, maupun kepastian ada tidaknya korban atau penanganan hukum dalam peristiwa tersebut.





