Lambeturah.co.id - Aksi demonstrasi "Indonesia Sadar" yang berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026) mendadak menyita perhatian publik. Sosok orator perempuan berambut pendek menjadi sorotan setelah melayangkan kritik pedas kepada Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sosok tersebut belakangan diketahui bernama Noor Shalima Zamaiya Hakim. Kehadiran Shalima menjadi pembicaraan hangat setelah rekaman aksinya beredar luas dan viral di berbagai platform media sosial.

Dalam orasinya yang berapi-api, Shalima menyoroti dampak fatal asap karhutla terhadap kesehatan masyarakat Indonesia. Dengan nada menggebu-gebu, ia bahkan meminta Presiden Prabowo menyalurkan kekayaannya demi menanggulangi krisis lingkungan tersebut.

"Pak Prabowo udah lah, uangnya beratus-ratusan T (triliun) ayo kita salurkan ke masyarakat, ayo kita salurkan ke karhutla," tegas Shalima dalam orasinya.

Ia juga menyentil jatuhnya korban jiwa akibat paparan asap karhutla, khususnya di kalangan anak-anak dan balita.

"Bapak tega gak sih lihat anak-anak yang mati kena asap karhutla, itu nyawa, nyawa melayang, meninggal, anak bayi umur satu tahun itu gara-gara ulah bapak," ungkapnya.

Tak hanya itu, Shalima mendesak pemerintah agar tidak bergeming di balik narasi "bencana alam" semata. Menurutnya, dampak fenomena iklim seperti El Nino sudah diteliti secara mendalam oleh para ilmuwan beserta skenario mitigasinya.

"El Nino itu fakta saintifik yang udah dikaji sama ilmuwan dari Indonesia dan kajiannya udah dari tahun ke tahun mau coba disampaikan ke bapak lengkap dengan solusinya, lengkap dengan mitigasinya tapi bapak gak dengar. Jadi jangan bohongin rakyat bilang ini alam," tuntasnya.

Respons Wanda Hamidah

Viralnya video tersebut memancing reaksi dari aktris sekaligus politisi Wanda Hamidah. Melalui akun media sosialnya, Wanda mengonfirmasi bahwa orator yang berada di video tersebut merupakan putri kandungnya.

"Dia anak aku," tulis Wanda Hamidah menanggapi unggahan yang beredar.

Wanda juga mengapresiasi keberanian sang putri yang dinilainya mewarisi jiwa kritisnya. "Like mother, like daughter," tambahnya.

Dampak Kesehatan Karhutla

Kritik yang disampaikan Shalima sejalan dengan deretan data dampak buruk karhutla belakangan ini. Laporan Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) per 14 September 2026 mencatat bahwa polusi udara akibat karhutla diperkirakan telah menyebabkan 1.600 hingga 1.700 kematian di wilayah Jawa dan sekitarnya selama Agustus 2026.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat total 333.470 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat karhutla. Data terpisah pada periode 18 Agustus–21 September 2026 menunjukkan 174.694 kasus ISPA, dengan 40.363 di antaranya menyerang kelompok balita.