Lambeturah.co.id - Halte TransJakarta Patra Kuningan 2 yang baru selesai direvitalisasi menjadi sasaran aksi vandalisme. Sejumlah bagian halte terlihat dipenuhi coretan cat semprot (pilok) berwarna hitam yang merusak tampilan fasilitas publik tersebut.

Aksi perusakan itu viral di media sosial setelah beredar unggahan yang memperlihatkan kondisi halte yang telah dicoret oleh oknum tidak bertanggung jawab. Coretan tersebut mencoreng estetika halte yang sebelumnya telah diperbarui untuk meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi umum.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan keprihatinannya atas tindakan vandalisme yang menimpa fasilitas umum tersebut. Menurutnya, halte dibangun untuk menunjang kebutuhan mobilitas masyarakat sehingga sudah seharusnya dijaga bersama.

"Sangat disayangkan fasilitas umum ini menjadi sasaran aksi vandalisme oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," ujar Ayu, Jumat (26/6/2026).

Ia menegaskan bahwa Halte TransJakarta merupakan aset milik bersama yang keberadaannya ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, seluruh warga diharapkan memiliki kesadaran untuk ikut merawat dan menjaga fasilitas publik.

"Halte TransJakarta milik kita bersama, dibangun untuk melayani warga. Kami mengajak masyarakat untuk ikut menjaga. Menjaga fasilitas publik adalah tanggung jawab kita semua," katanya.

Aksi vandalisme terhadap fasilitas umum bukan kali pertama terjadi di Jakarta. Pemerintah bersama pengelola transportasi terus mengimbau masyarakat agar menjaga sarana publik demi kenyamanan bersama. Selain merusak fasilitas, tindakan vandalisme juga berpotensi menimbulkan kerugian negara karena membutuhkan biaya tambahan untuk proses perbaikan dan pemeliharaan.