Lambeturah.co.id — Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan platform marketplace khusus untuk mendukung pengadaan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui platform tersebut, dapur pelaksana MBG nantinya dapat membeli kebutuhan pangan dari penjual atau seller yang telah melalui proses verifikasi.
Pengembangan marketplace ini ditujukan untuk memperkuat tata kelola rantai pasok bahan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, proses pengadaan diharapkan dapat berlangsung secara lebih tertib, transparan, dan efisien.
Marketplace tersebut akan mempertemukan dapur MBG dengan penyedia berbagai kebutuhan bahan baku, mulai dari beras, sayuran, buah-buahan, telur, daging, ikan, hingga komoditas pangan lainnya sesuai kebutuhan menu.
"Sehingga kita tahu nanti transaksinya jelas, perpajakannya jelas dan lain sebagainya," kata Sudaryono dalam keterangannya yang disampaikan di akun instagram @sudaru_sudaryono, Sabtu (12/9).
Seller yang ingin memasok bahan baku melalui platform tersebut harus memenuhi persyaratan dan menjalani proses verifikasi. Mekanisme ini diharapkan dapat membantu memastikan kualitas, keamanan, serta ketersediaan bahan pangan yang digunakan dalam penyediaan makanan bergizi.
Bagi dapur MBG, keberadaan marketplace juga dapat mempermudah proses pencarian dan pembelian bahan baku. Dapur tidak perlu mencari pemasok secara terpisah karena daftar seller yang tersedia telah masuk dalam sistem yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan program.
Selain memudahkan transaksi, sistem digital tersebut berpotensi meningkatkan keterlacakan pengadaan bahan pangan. Data transaksi dapat terdokumentasi sehingga proses pembelian dan distribusi bahan baku lebih mudah dipantau.
Pengembangan marketplace menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem MBG, terutama karena program ini membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar dan dilakukan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, keterlibatan seller lokal juga berpotensi membuka peluang bagi pelaku usaha, petani, nelayan, peternak, koperasi, serta pemasok pangan di berbagai daerah untuk masuk ke dalam rantai pasok MBG, sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Dengan adanya marketplace dan seller terverifikasi, BGN diharapkan dapat membangun sistem pengadaan bahan baku MBG yang lebih terstandar sekaligus mendukung kelancaran operasional dapur-dapur pelaksana di berbagai wilayah Indonesia.
"Nanti akan ada dari sisi marketplace-nya akan ke asosiasi. Jadi belinya itu adalah yang verified seller. Nah, verified seller itu siapa? Ya adalah asosiasi itu," jelasnya.
"Nah nanti ada cakupannya, misalnya kalau di Mojokerto, beli telur ya Mojokerto aja, nggak boleh beli telur dari luar kabupaten. Kalau di dalam kabupatennya nggak ada barangnya gimana? Baru dia boleh nyebrang," pungkasnya.





