Lambeturah.co.id - Seorang pemuda pekerja pabrik di kawasan industri Cikarang mendadak menjadi sorotan hangat di media sosial. Hal ini terjadi setelah ia memberikan jawaban yang dinilai kurang empati saat membalas pertanyaan seorang warganet mengenai informasi lowongan kerja (loker) di tempatnya bekerja.
Kejadian berawal saat salah satu warganet bertanya secara serius di kolom komentar unggahannya, "Masuk Situ lewat mana?". Pertanyaan yang dimaksudkan untuk mencari tahu jalur rekrutmen atau akses melamar ke pabrik tersebut justru dibalas singkat oleh sang pemuda, "Lewat gerbang, mas."
Jawaban yang diduga kuat hanya diniatkan sebagai candaan sepele tersebut rupanya memicu amarah dan rasa kekecewaan warganet, khususnya para pencari kerja (pencaker) yang sangat membutuhkan informasi pekerjaan.
Mengenakan Seragam Pabrik Motor dan Status Merantau
Dalam konten-kontennya, pria yang diketahui berasal dari luar Jawa Barat dan tergolong masih baru merantau ke Cikarang ini terlihat sering mengenakan seragam putih dengan topi hijau-putih. Dari atribut yang dikenakan, ia diketahui bekerja di salah satu pabrik perakitan sepeda motor ternama di kawasan industri Cikarang.
Akibat balasannya yang dianggap acuh dan meremehkan, pemuda ini langsung menjadi sasaran kritik tajam. Banyak warganet yang menyinggung status pekerjaannya yang dinilai masih sebatas karyawan kontrak.
"Seragam itu lagi, baru kontrak aja begitu, si paling lewat gerbang," tulis seorang warganet dengan nada sindiran.
Tak sedikit pula warganet yang mengingatkan agar sang pemuda tidak jumawa, mengingat nasib dan status pekerjaan bisa berubah sewaktu-waktu.
"Ada saatnya nanti ketika butuh karena habis kontrak," timpal warganet lainnya dalam kolom komentar.
Pentingnya Sensitivitas Terhadap Pencari Kerja
Fenomena ini kembali menegaskan betapa krusialnya informasi rekrutmen bagi para perantau dan pencaker yang mengadu nasib di kota-kota industri seperti Cikarang. Informasi sekecil apa pun mengenai alur pendaftaran, akses masuk, maupun lokasi perusahaan sangat berarti bagi mereka yang sedang berjuang menyambung hidup.
Candaan yang mungkin terasa sepele bagi orang yang sudah memiliki pekerjaan, kerap terasa menyakitkan bagi mereka yang berada dalam kondisi mendesak dan sangat membutuhkan ulur informasi.





