Lambeturah.co.id - Sebuah video yang memperlihatkan perilaku tidak disiplin dari sejumlah pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten saat upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila viral di media sosial. Para oknum pegawai tersebut terciduk keluar dari barisan upacara untuk bersantai, bermain ponsel, minum kopi, hingga merokok.

Peristiwa tersebut terjadi saat pelaksanaan upacara bendera di Lapangan Kantor Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, pada Rabu (1/10/2026).

Menariknya, rekaman momen tersebut diunggah langsung oleh akun media sosial resmi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten (`@bkd.provinsibanten`). Dalam video yang beredar, tampak sejumlah pegawai memilih berteduh di bawah pohon dan duduk santai di pinggir lapangan daripada mengikuti jalannya upacara dengan khidmat.

Aksi indisipliner ini membuat Tim Satuan Tugas (Satgas) Disiplin yang terdiri dari unsur BKD, Satpol PP, dan Inspektorat langsung turun tangan menyisir area sekitar lapangan.

Petugas mendatangi para pegawai yang keluar dari barisan dan memberikan teguran keras namun persuasif.

"Pak, tolong Pak, ngopinya setop dulu! Merokoknya setop dulu, Pak. Punten turun ke lapangan! Pak, tolong turun sih, Pak! Tolong turun ini mah! Tolong banget! Turun, baris, Pak, maaf!" imbau salah satu anggota Satgas Disiplin dalam video tersebut.

Meski sudah ditegur, beberapa pegawai sempat terlihat enggan dan kurang kooperatif saat diminta kembali bergabung ke dalam barisan upacara.

Tanggapan Kepala BKD dan Sanksi Pembinaan

Kepala BKD Banten, Ai Dewi Suzana, membenarkan kejadian yang melibatkan sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tersebut.

"Itu kejadian kemarin Upacara Kesaktian Pancasila," ujar Ai saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).

Ai menegaskan bahwa pegawai yang terbukti melanggar aturan disiplin akan diserahkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing untuk dipanggil dan diberikan pembinaan sesuai dengan regulasi kepegawaian yang berlaku.

"Dikembalikan kepada OPD-nya masing-masing. Semoga ke depan lebih disiplin, rapi, dan baik lagi barisannya ketika sedang upacara," tegasnya.

Ia pun menyayangkan kejadian tersebut dan mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai bela negara, jiwa korsa, etika, serta marwah sebagai pelayan publik saat mengikuti agenda resmi negara.

"Kembali kepada masing-masing pegawainya, ketika upacara harusnya khidmat mengikutinya," pungkas Ai.