Lambeturah.co.id - Skandal besar kembali mengguncang institusi keagamaan Thailand. Aparat kepolisian menangkap mantan kepala biara Wat Phutthaisawan, Phra Wachirayan Wi. (dikenal sebagai Luang Pho Chot atau Luang Pho Atichot Dhammavaro), atas dugaan penggelapan dana kuil senilai lebih dari 92 juta Baht (sekitar Rp 41,8 miliar) serta tindak pidana pencucian uang.
Penangkapan mantan biksu berusia 66 tahun tersebut dilakukan pada Kamis (10/9/2026) berdasarkan surat perintah dari Pengadilan Kriminal Kasus Korupsi dan Sanksi Pejabat Publik. Selain tuduhan korupsi dan penyalahgunaan wewenang, Luang Pho Chot juga diduga mentransfer sejumlah besar uang hasil penggelapan kepada seorang wanita yang memiliki hubungan dekat dengannya.
Penggeledahan di kediaman monastiknya di Wat Phutthaisawan, Ayutthaya, berlangsung hingga Kamis malam. Polisi menemukan tumpukan uang tunai dan emas batangan yang disembunyikan di dalam kamar tempat tinggalnya dengan perkiraan nilai awal menembus 100 juta Baht (sekitar Rp 45,5 miliar).
Tak hanya pelanggaran finansial, pihak kepolisian juga mengonfirmasi telah mengamankan barang bukti berupa rekaman video yang menunjukkan aktivitas seksual tersangka di dalam kediaman monastiknya sebuah pelanggaran fatal terhadap kaidah dan aturan kehidupan seorang biksu.
Penggeledahan Aset Wanita Terkait
Dalam operasi terpisah, petugas Divisi Penindakan Kejahatan (CSD) menggeledah rumah seorang wanita bernama Punyawee "Ae" Rungrueang (47) di Pathum Thani. Punyawee turut diburu atas tuduhan membantu penggelapan dan pencucian uang.
Dari lokasi tersebut, polisi menyita:
· 35 jimat emas, emas batangan, serta perhiasan bernilai THB 6,03 juta (sekitar Rp 2,7 miliar).
· Uang tunai sebesar THB 3,59 juta (sekitar Rp 1,6 miliar).
· Dokumen penting seperti sertifikat tanah, 7 buku tabungan, 18 dokumen investasi, serta obligasi Tabungan Pemerintah.
Pemeriksaan Terus Berjalan
Petugas CSD juga memeriksa bendahara awam kuil, Chettha Ninsukhum, selama lebih dari empat jam pada Kamis sore guna mendalami aliran dana kuil.
Hingga Jumat (11/9/2026), pemeriksaan terhadap Luang Pho Chot masih terus berlangsung di markas CSD. Polisi menegaskan akan mengajukan penahanan resmi ke pengadilan dan menolak opsi jaminan (penangguhan penahanan) karena khawatir tersangka melarikan diri atau merusak barang bukti.





