Lambeturah.co.id - Kasus dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengungkap fakta mencengangkan terkait higienitas pengolahan makanan. Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora menemukan bahan makanan berupa tempe yang diletakkan persis di depan toilet dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2, Tunjungan.

Temuan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinkesda Blora, Edy Widayat, saat melakukan inspeksi mendadak ke dapur penyedia MBG tersebut pada Kamis (10/9/2026). Pihaknya menilai tata cara penyimpanan bahan siap olah di lokasi tersebut melanggar ketat prosedur keamanan pangan.

"Betul, ada beberapa hal di dalam persiapan dan penyimpanan peletakan bahan-bahan makanan yang siap olah yang tidak sesuai dengan prosedur keamanan pangan," ujar Edy.

Inspeksi tersebut dilakukan menyusul laporan 216 orang yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG pada Selasa (8/9/2026). Sebanyak 136 korban di antaranya merupakan siswa SMAN 1 Tunjungan yang mengeluhkan gejala mual, muntah, pusing, diare, hingga lemas.

Guna mengusut tuntas penyebab pasti keracunan, Dinkesda Blora menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari tenaga gizi, kesehatan lingkungan, surveilans, dan tim laboratorium. Sampel makanan dari dapur SPPG Sukorejo 2 telah diambil untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Buntut dari kejadian ini, Dinkesda Blora telah mengeluarkan rekomendasi penutupan operasional dapur SPPG Sukorejo 2. Kendati demikian, keputusan akhir terkait penghentian atau evaluasi total izin dapur penyedia program MBG tersebut berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).