Lambeturah.co.id - Keributan antarkelompok pemuda terjadi di Puskesmas Kragan I, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Rabu (28/10) malam. Insiden tersebut diduga dipicu perselisihan saat kedua kelompok menonton pertunjukan orkes dangdut di Desa Kebloran.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Radytya Triatmaji Pramana mengatakan, keributan bermula dari aksi saling senggol antara dua kelompok pemuda ketika menghadiri pertunjukan dangdut. Perselisihan itu kemudian berlanjut hingga mereka meninggalkan lokasi hiburan.

"Informasi yang kami dapat ada lima orang. Mereka sebelumnya menghadiri konser dangdut yang berujung ricuh," kata Radit, Jumat (30/10).

Perselisihan tersebut rupanya belum berakhir. Kedua kelompok kembali terlibat ketegangan ketika sejumlah pemuda mendatangi Puskesmas Kragan I untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka yang dialami.

Kepala Puskesmas Kragan I, Arif Susanto, menjelaskan keributan terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Sebelum insiden pecah, empat pemuda datang secara bergantian ke instalasi gawat darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan medis.

"Awalnya ada empat korban yang diantar satu per satu masuk ke UGD, kemudian dilakukan penjahitan," ujar Arif.

Sementara itu, sejumlah rekan korban memilih menunggu di luar gedung puskesmas. Namun, sekitar 10 menit kemudian, kelompok pemuda lain datang dan membuat suasana semakin tegang.

Kelompok yang baru datang diduga membawa balok kayu dan senjata tajam. Mereka kemudian menyerang para pemuda yang lebih dahulu berada di lingkungan puskesmas.

Situasi semakin mencekam ketika para pemuda yang menjadi sasaran serangan berusaha menyelamatkan diri. Sebagian bahkan berlarian masuk ke ruang perawatan untuk menghindari serangan.

"Setelah diserang, mereka menyebar. Ada yang masuk ke ruang perawatan untuk menyelamatkan diri," ungkap Arif.

Pihak puskesmas yang melihat situasi semakin tidak terkendali langsung menghubungi kepolisian untuk meminta bantuan pengamanan. Kerumunan pemuda akhirnya membubarkan diri setelah petugas datang ke lokasi.

Arif memastikan tidak ada tenaga medis maupun pasien lain yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Selain itu, fasilitas puskesmas juga dipastikan tidak mengalami kerusakan.

Adapun empat pemuda yang menjalani perawatan mengalami luka di bagian kepala dan kaki. Setelah mendapatkan penanganan medis berupa penjahitan luka, mereka diperbolehkan pulang.

Hingga kini, polisi masih mendalami insiden tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam keributan yang diduga berawal dari perselisihan saat menonton pertunjukan dangdut.