Lambeturah.co.id - Polisi kembali menemukan potongan tubuh manusia di wilayah Depok, Jawa Barat. Setelah sebelumnya menemukan potongan paha, kali ini petugas menemukan sepasang kaki bagian betis di kawasan Kali Grogol, Pancoran Mas, Depok, Kamis (20/8/2026).
Penemuan tersebut terjadi sehari setelah polisi menemukan potongan paha di sebuah sungai di wilayah Limo pada Rabu (19/8/2026).
Katimsus 2 Resmob Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel, membenarkan adanya penemuan potongan tubuh manusia tersebut.
"Penemuannya tanggal 20 Agustus. Sehari setelah penemuan yang kemarin, penemuan paha. Hari ini penemuan kaki bagian betis. Ada satu pasang. Nah kami duga ini milik korban," ujar Breggy di lokasi.
Polisi menduga potongan tubuh tersebut berkaitan dengan kasus mutilasi yang menjerat Saepullah (26). Saepullah diduga membunuh sekaligus memutilasi temannya, Kunaefi (51), di sebuah rumah kontrakan di kawasan Cipayung, Depok.
Setelah korban dimutilasi, potongan tubuhnya diduga dibuang di sejumlah lokasi, termasuk lapangan dan sungai.
Polisi sebelumnya menyebut tubuh korban dipotong menjadi beberapa bagian. Bagian tubuh korban awalnya dibagi menjadi bagian atas dan bawah, kemudian bagian bawah kembali dipotong menjadi beberapa bagian berupa paha dan betis.
"Untuk mutilasinya sendiri memang dari awal itu bagian besarnya dua. Bagian atas dan bagian bawah. Kemudian dari bagian bawah itu dipotong menjadi empat bagian. Bagian paha dan bagian betis," jelas Breggy.
Potongan tubuh yang ditemukan juga diketahui berada di dalam karung. Berdasarkan keterangan Saepullah kepada polisi, potongan tubuh korban awalnya dimasukkan ke dalam satu kantong.
"Untuk penemuannya di dalam karung. Jadi memang pada saat itu pelaku berdasar pernyataan pelaku, itu dibungkus dulu di plastik ataupun karung warna putih. Kemudian dibungkus lagi di dalam trash bag warna hitam," katanya.
Meski demikian, polisi masih melakukan proses identifikasi untuk memastikan potongan tubuh tersebut merupakan bagian dari jasad Kunaefi.
Identifikasi dilakukan di laboratorium forensik. Kondisi jasad yang disebut telah berada sekitar satu bulan sejak peristiwa pembunuhan menjadi salah satu kendala dalam proses pemeriksaan.
"Untuk identifikasi masih proses karena harus di lab forensik terlebih dahulu. Ya untuk kondisi karena mayat sudah sekitar sebulan ya dari pada saat pembunuhan. Jadi memang untuk kondisi mayat sudah agak hancur dan sudah mulai busuk. Itu memang menjadi satu kendala untuk kami," ungkapnya.
Polisi menduga potongan tubuh yang ditemukan di lokasi berbeda tersebut dapat terpisah akibat terbawa arus sungai maupun hujan.
Breggy menjelaskan, berdasarkan keterangan pelaku, seluruh potongan tubuh awalnya dibuang dalam satu kantong. Namun, kondisi sungai dan arus air diduga menyebabkan bagian-bagian tersebut berpencar.
"Tapi awalnya memang empat bagian itu di satu kantong yang sama. Ya mungkin karena memang masalah pembuangan di sungai, arus, hujan, dan segala macamnya, memang itu memungkinkan itu terpisah bagian-bagian potongan mayat," pungkasnya.





