Lambeturah.co.id – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan sebuah unggahan video yang menampilkan ritual ekstrem berjalan di atas tumpukan bara api yang membara. Video yang beredar di platform Threads dan TikTok tersebut dibumbui dengan caption provokatif yang menyebutkan adanya tragedi kaki melepuh di akhir video.

Namun, setelah ditelusuri hingga akhir durasi, klaim adanya kaki melepuh tersebut sama sekali tidak terbukti. Unggahan itu dipastikan hanya trik clickbait atau umpan klik dari oknum netizen demi mendulang views dan interaksi.

Faktanya, video tersebut merekam salah satu bagian dari ritual sakral berwujud "Injak Bara Api" yang digelar oleh warga keturunan Tionghoa di Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Kirab Budaya dan perayaan HUT Makco Thian Siang Seng Bo yang diselenggarakan di kawasan cagar budaya setempat, salah satunya di sekitar Rumah Merah Heritage dan Klenteng Tjoe An Kiong.

Menariknya, tradisi kirab budaya skala besar ini memang sempat vakum cukup lama dan baru kembali digelar secara meriah setelah 13 tahun lamanya. Tak heran jika antusiasme warga dan wisatawan sangat tinggi untuk menyaksikan momen langka tersebut dari dekat.

Makna dan Sisi Magis Injak Bara Api

Bagi masyarakat awam, berjalan tanpa alas kaki di atas tumpukan batu bara yang menyala merah tentu terlihat mengerikan dan mustahil dilakukan tanpa terluka. Namun dalam tradisi spiritual Tionghoa, ritual yang dipimpin oleh seorang Suhu atau tatung penakluk api ini memiliki makna yang mendalam.

Ritual Injak Bara Api dipercaya sebagai simbol penyucian diri. Api disimbolkan sebagai elemen yang dapat membakar energi negatif, mengusir nasib buruk, serta membersihkan jiwa manusia dari dosa-dosa sebelum memasuki tahun atau fase hidup yang baru.

Sebelum melintasi bara api, para peserta ritual biasanya telah menjalani serangkaian ibadah, meditasi, hingga puasa khusus agar mendapatkan perlindungan spiritual. Itulah mengapa, para pelaku ritual dapat berjalan di atas bara api dengan tenang tanpa mengalami luka bakar atau melepuh seperti yang dinarasikan secara keliru di media sosial.

Seni tradisi Injak Bara Api di Lasem bukan sekadar tontonan pemacu adrenalin, melainkan simbol kuat dari warisan budaya, toleransi, serta kekayaan historis Kota Pusaka Lasem yang harus dihormati dan dilestarikan nilai-nilainya.