Lambeturah.co.id – Sebuah catatan sejarah baru saja diukir oleh seorang perempuan asal Malang, Jawa Timur. Di tengah krisis tenaga kerja yang melanda Negeri Sakura, Mahatmi Rismartanti resmi menjadi perempuan pertama asal Indonesia yang bekerja sebagai sopir bus kota di Jepang.

Mahatmi mulai resmi mengaspal di jalanan kota Jepang sejak Maret 2026. Keberhasilannya ini diraih melalui program visa pekerja terampil atau Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker) untuk bidang industri otomotif (Jidousha Kougyou).

Solusi di Tengah Krisis Pengemudi Jepang

Langkah berani Mahatmi ini bertepatan dengan situasi krusial yang sedang dihadapi oleh industri transportasi Jepang. Saat ini, banyak perusahaan bus di seluruh Jepang yang terpaksa mencari tenaga kerja hingga ke luar negeri.

Bukan tanpa alasan, Jepang tengah menghadapi ancaman kekurangan pengemudi bus yang sangat parah untuk mengisi rute-rute kota mereka. Penuaan populasi (aging population) dan kurangnya minat generasi muda setempat menjadi faktor utama kosongnya kursi kemudi di negara tersebut.

Namun, proses untuk bisa duduk di balik kemudi bus kota di Jepang tentu tidaklah mudah. Perusahaan-perusahaan bus di Jepang menerapkan standar pelatihan yang sangat ketat. Menjadi sopir di sana bukan sekadar mahir memutar kemudi, melainkan juga harus menguasai standar keselamatan yang tinggi, ketepatan waktu yang presisi, hingga kemampuan bahasa Jepang yang mumpuni untuk melayani penumpang dengan ramah.

Menginspirasi Perempuan Indonesia untuk Go Global

Keberhasilan Mahatmi Rismartanti langsung memicu obrolan hangat di berbagai media sosial. Banyak netizen yang mengaku kagum atas keberanian dan ketangguhannya menembus profesi yang di Jepang sendiri masih didominasi oleh laki-laki.

Kisah Mahatmi ini menjadi bukti nyata bahwa peluang karier global bagi tenaga kerja Indonesia kini semakin luas dan inklusif. Keberhasilannya diharapkan dapat membuka jalan sekaligus menginspirasi lebih banyak perempuan Indonesia untuk berani mengejar karier di kancah internasional, bahkan di sektor-sektor non-tradisional sekalipun.