Lambeturah.co.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa anak-anak dari keluarga mampu berpotensi tidak lagi menjadi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari rencana refocusing anggaran agar bantuan gizi lebih tepat sasaran kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Nanik menyebut Presiden Prabowo Subianto menyambut positif gagasan tersebut dan pembahasan lebih lanjut akan dilakukan dalam pertemuan lanjutan pada Jumat (12/6/2026).

Menurut Nanik, evaluasi dilakukan karena tidak semua dari sekitar 63 juta penerima manfaat saat ini dinilai membutuhkan intervensi gizi yang sama.

Sekolah-sekolah yang berasal dari kalangan mampu dianggap memiliki akses gizi yang lebih baik sehingga anggarannya bisa dialihkan ke wilayah atau kelompok yang lebih membutuhkan.

Selain melakukan penataan ulang penerima manfaat, BGN juga menegaskan fokus program MBG ke depan bukan lagi mengejar jumlah penerima, melainkan meningkatkan kualitas pelaksanaan dan pengawasan program di lapangan.