Lambeturah.co.id - Polemik pembatalan program "Sekolah Aman Asap" di Kalimantan Tengah kian melebar. Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan bahwa pencabutan fasilitas penjernih udara (air purifier) di sejumlah sekolah murni disebabkan oleh prosedur administratif yang belum ditempuh, sementara pihak yayasan mengungkap adanya kaitan dengan isu rencana kunjungan tokoh publik.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kalteng, Safrudin, menjelaskan bahwa pihak Humanies Project belum mengajukan permohonan resmi kepada dinas terkait sebelum menerjunkan bantuan ke lapangan.
“Humanies Project belum terlebih dahulu mengajukan permohonan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah sebelum program tersebut dilaksanakan. Sedangkan, SKH Negeri 1 Palangka Raya merupakan satuan pendidikan di bawah kewenangan dinas tersebut,” kata Safrudin, Minggu (1/11/2026).
Safrudin berharap insiden ini dapat menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak yang berniat menyalurkan bantuan ke lingkungan pendidikan agar mengutamakan aspek legalitas dan birokrasi.
“Transparansi, komunikasi, dan koordinasi antarpihak menjadi kunci agar niat baik membantu dunia pendidikan dapat berjalan tanpa menimbulkan polemik,” ujarnya. Kendati demikian, pihak Disdik Kalteng enggan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai persoalan tersebut.
Di sisi lain, Ketua Yayasan Humanis Project, Himawan, mengaku belum mendapatkan penjelasan rinci dari pihak sekolah mengenai bagian prosedur mana yang dinilai tidak sesuai. Namun, ia menduga pembatalan tersebut turut dibayangi oleh agenda eksternal.
“Untuk ini tidak ada informasi lebih lanjut dari pihak sekolah, namun memang pembatalan ini berkaitan dengan rencana kehadiran Bapak Anies Baswedan ke Palangka Raya pada Kamis lalu, namun kunjungan juga sebenarnya tidak jadi dilakukan,” ungkap Himawan tanpa merinci lebih jauh dasar dugaan tersebut.
Akibat penangguhan mendadak ini, instalasi kesehatan di beberapa titik seperti SKH Negeri 1 Palangka Raya dan SD Negeri 8 Panarung terpaksa ditarik. Humanies Project menyatakan kegiatan Sekolah Aman Asap untuk sementara waktu dihentikan, dan kini mereka hanya fokus menjalankan program alternatif berupa Rumah Aman Asap bagi warga terdampak kabut asap karhutla.





