Lambeturah.co.id - Jaringan merek minuman teh populer asal Taiwan, Teazzi Indonesia, mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Brand yang terkenal dengan varian teh berkualitas tinggi ini menghadapi gelombang kritik hingga munculnya ajakan boikot dari sejumlah warganet. Kontroversi ini mencuat menyusul langkah strategis pemasaran mereka yang menggandeng selebritas papan atas, Nagita Slavina.
Berdasarkan bukti digital yang beredar di media sosia, seruan boikot tersebut bermula dari peluncuran menu edisi khusus bertajuk "Nagita for Teazzi". Kolaborasi seasonal ini menghadirkan beberapa varian minuman berbasis buah persik, antara lain White Peach Jasmine Green Milk Tea, White Peach Four Seasons Oolong Milk Tea, White Peach Jasmine Green Pure Tea, serta Peach Jelly with Peach Cubes.
Penolakan masif yang terjadi di platform media sosial, khususnya Threads dan Instagram, rupanya bukan menyasar pada kualitas rasa produk Teazzi, melainkan sosok Nagita Slavina sebagai wajah dari kampanye tersebut. Sentimen negatif ini berkembang di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap keluarga besar RANS Entertainment.
Sejumlah netizen mengaitkan boikot ini dengan posisi politik lingkaran terdekat Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Seperti diketahui, Raffi Ahmad menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Anggota keluarga lainnya juga menduduki posisi strategis, mulai dari Nisya Ahmad (Anggota DPRD Jawa Barat), Jeje Ritchie Ismail (Bupati Bandung Barat), Tubagus Fiki Chikara Satari (Direktur Utama TVRI), Barry Tamin (Komisaris Independen PT Sarinah), hingga Dony Oskaria yang menjabat sebagai COO Danantara Indonesia.
Kritik tajam pun berdatangan dari warganet. Salah seorang pengguna Threads dengan akun @briyant.braspla menuliskan, “@teazzi.id netizen konsumenmu mayoritas korban kebijakan rezim ini. So pikir2 lg klo mau colab sama @rans.entertainment.”
Tidak hanya masalah politik, strategi pemasaran ini juga dinilai keliru dalam membidik segmen pasar. Akun @j***ha mengkritik bahwa mayoritas konsumen loyal Teazzi merupakan kalangan menengah ke atas (middle-up) yang teredukasi, yang umumnya berseberangan dengan basis penggemar militan RANS.
Teazzi Indonesia Rilis Pernyataan Resmi
Menanggapi polemik yang kian bergulir liar, manajemen Teazzi Indonesia langsung bergerak cepat dengan merilis surat pernyataan resmi demi meluruskan informasi yang beredar.
Merujuk pada surat rilis resmi, Teazzi Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pihak manajemen secara khusus mengklarifikasi status produk varian White Peach yang belakangan dipertanyakan oleh konsumen.
Teazzi menegaskan bahwa varian White Peach sebenarnya merupakan menu reguler yang sudah ada jauh sebelum adanya kolaborasi dengan pihak mana pun. Adapun periode kolaborasi resmi "Nagita for Teazzi" dinyatakan telah berlangsung sejak November 2025 hingga April 2026. Selama periode tersebut, terdapat satu varian rasa tambahan khusus yang memang hanya tersedia selama masa promosi.
"Saat ini, produk White Peach yang tersedia merupakan bagian dari menu reguler Teazzi yang telah ada sebelumnya dan kembali menjadi salah satu pilihan tetap dalam menu kami," tulis pihak Teazzi Indonesia dalam keterangan resminya.
Selain meluruskan perihal menu White Peach, Teazzi juga mengakui adanya kekeliruan teknis berupa salah penamaan pada kategori menu di platform pemesanan online (online delivery). Teazzi menyatakan saat ini tengah melakukan penyesuaian agar seluruh informasi produk yang ditampilkan ke publik menjadi lebih tepat dan akurat.
Sebagai informasi, Teazzi merupakan jaringan teh autentik asal Taiwan yang didirikan sejak tahun 2014 dan mulai mengepakkan sayap bisnisnya di Indonesia pada tahun 2021. Hingga saat ini, mereka terus berkomitmen menyajikan varian teh murni, teh buah, hingga milk tea berkualitas premium bagi para penikmat teh di tanah air.





