Lambeturah.co.id - Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dosen Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dugaan tersebut mencuat setelah beredar unggahan di platform Threads yang menampilkan tangkapan layar percakapan WhatsApp antara dosen dan mahasiswi yang dinilai mengandung unsur komunikasi tidak pantas.

Unggahan tersebut memicu perhatian luas dari warganet dan ramai dibagikan di berbagai platform media sosial. Dalam percakapan yang beredar, dosen yang bersangkutan diduga melontarkan kalimat bernada tidak pantas yang mengarah pada pelecehan verbal.

Menanggapi viralnya unggahan tersebut, pihak UMY membenarkan bahwa sosok yang disebut dalam unggahan merupakan salah satu dosen di lingkungan kampus. Direktur Komunikasi Publik UMY, Ratih Herningtyas, mengatakan pimpinan universitas baru menerima informasi mengenai dugaan tersebut dan segera mengambil langkah awal dengan memanggil dosen yang bersangkutan.

"Ini barusan pimpinan baru terinformasikan. Insya Allah besok yang bersangkutan langsung dipanggil lengkap dengan pihak prodi agar dapat gambaran utuh, setelah itu akan kita informasikan lebih lanjut," ujar Ratih.

Ratih menjelaskan, penanganan kasus saat ini masih dalam tahap koordinasi antara pimpinan universitas, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT), serta program studi terkait.

Menurutnya, pihak kampus belum dapat menyimpulkan kebenaran informasi yang beredar karena proses klarifikasi masih berlangsung. UMY juga belum mengungkap identitas dosen yang diduga terlibat maupun langkah lanjutan yang akan diambil setelah pemeriksaan selesai.

Hingga saat ini, dosen yang diduga terlibat belum memberikan tanggapan terkait tuduhan yang beredar. Sementara itu, sejumlah warganet turut memberikan komentar, termasuk beberapa akun yang mengaku pernah mengalami perlakuan serupa dari dosen tersebut. Pihak kampus menegaskan akan menangani persoalan ini sesuai prosedur yang berlaku setelah proses klarifikasi dilakukan secara menyeluruh.