Lambeturah.co.id - Seorang warga negara (WN) Kanada berinisial AJK (46) ditemukan meninggal dunia di sebuah vila di kawasan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Korban diduga mengakhiri hidupnya menggunakan senjata api.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengatakan, jasad korban ditemukan pada Senin (6/7) sekitar pukul 14.30 WITA setelah rekan korban merasa khawatir karena tidak dapat menghubunginya sejak pagi hari.

Sebelumnya, rekan korban berinisial BJ berencana mengantarkan sepeda motor ke vila tempat AJK menginap. Karena tidak mendapat respons, BJ meminta seorang pegawainya berinisial DE untuk mengecek kondisi korban.

Saat tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WITA, DE mendapati pintu vila dalam keadaan terkunci. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada BJ yang langsung menuju vila dan memutuskan mendobrak pintu karena khawatir terjadi sesuatu.

Setelah pintu terbuka, korban ditemukan tergeletak di atas sofa dengan kondisi mengalami luka dan berlumuran darah. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memperoleh keterangan bahwa korban sebelumnya pernah berpesan kepada rekannya agar menghubungi nomor telepon ibunya apabila terjadi sesuatu terhadap dirinya. Pesan tersebut kemudian dijalankan setelah korban ditemukan meninggal dunia.

Polisi juga menerima keterangan dari saksi bahwa saat masih tinggal di Jakarta, korban disebut pernah beberapa kali mencoba mengakhiri hidup dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Selain itu, korban diduga memiliki gangguan paranoid.

Sementara itu, dua petugas keamanan vila mengaku sebelumnya sempat diminta istri korban yang berada di Jakarta untuk memeriksa kondisi AJK. Namun, karena pintu vila terkunci dan tidak ada respons setelah beberapa kali dipanggil, keduanya kembali ke pos.

Korban terakhir kali terlihat memasuki area vila pada Minggu (5/7) sekitar pukul 15.00 WITA dengan mengendarai sepeda motor.

Pada malam harinya, tim Identifikasi Polresta Denpasar bersama Polda Bali dan Laboratorium Forensik Polda Bali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.