Lambeturah.co.id - Bencana pergerakan tanah yang dipicu cuaca ekstrem menyebabkan dua ruang kelas di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tegalkoneng, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ambruk total pada Sabtu (19/9/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di Kampung Tegalkoneng RT 001/RW 010, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta. Kerusakan meliput tembok, struktur atap, hingga genting bangunan kelas 1 sampai 3 yang roboh hingga rata dengan tanah.
Camat Sindangkerta, Agus Achmad Setiawan, membenarkan insiden tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan awal di lapangan, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut diduga memicu pergeseran tanah di area sekolah.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dua ruang kelas ambruk," ujar Agus saat dikonfirmasi.
Meskipun tidak memakan korban jiwa karena kejadian berlangsung pada malam hari, dampaknya langsung mengganggu aktivitas pendidikan. Hasil assessment cepat menunjukkan kebutuhan yang sangat mendesak saat ini adalah ketersediaan ruang kelas darurat agar kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa dapat tetap berjalan.
Saat ini, petugas gabungan bersama unsur kewilayahan masih melakukan pendataan di lokasi kejadian. Total nilai kerugian materi akibat kerusakan fasilitas pendidikan tersebut hingga kini masih dalam proses penghitungan.
Menanggapi kejadian ini, pihak kecamatan mengimbau warga setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama saat intensitas hujan meningkat.
"Kami imbau masyarakat tetap waspada. Meski beberapa wilayah mulai memasuki atau berada di musim kemarau, beberapa lokasi dilaporkan masih diguyur hujan. Jika terjadi hujan deras, masyarakat harus siaga terhadap potensi longsor dan bencana lainnya," imbau Agus.





