Lambeturah.co.id - Polres Cianjur mengamankan enam pelajar SMA dan SMK yang terlibat aksi duel satu lawan satu di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Aksi tersebut menjadi sorotan setelah video rekamannya viral di berbagai media sosial dan memicu keresahan masyarakat.
Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi mengatakan, keenam pelajar yang diamankan berasal dari SMA di Kecamatan Cibeber dan SMK di Kecamatan Campaka. Selain enam pelajar yang masih aktif bersekolah, polisi juga mengamankan seorang remaja yang telah lulus sekolah karena terlihat berada dalam video yang beredar.
Menurut Alexander, aksi duel tersebut bermula dari tantangan yang dilakukan melalui pesan daring. Salah satu pelaku berinisial IT (16) mengaku beberapa kali mendapat tantangan dari pelajar sekolah lain hingga akhirnya mereka sepakat bertemu untuk melakukan duel.
Lokasi yang dipilih berada di kawasan hutan di perbatasan Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Campaka. Pertarungan itu direkam oleh salah satu peserta, kemudian videonya diunggah ke media sosial hingga akhirnya viral dan menarik perhatian aparat kepolisian.
"Motif mereka mengikuti tren konten yang beredar di media sosial," ujar Alexander.
Saat ini seluruh pelajar yang terlibat masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami peran masing-masing dalam insiden tersebut. Polisi akan menentukan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku, khususnya Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak apabila ditemukan unsur pidana.
Meski demikian, Polres Cianjur menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan mengedepankan pendekatan pembinaan dan keadilan restoratif. Para pelajar juga telah dipanggil bersama orang tua dan pihak sekolah sebelum nantinya dipulangkan.
Pihak kepolisian berharap pembinaan yang melibatkan keluarga, sekolah, dan aparat dapat mencegah para remaja mengulangi perbuatannya. Menurut Alexander, sinergi seluruh pihak sangat penting untuk membentuk karakter pelajar agar tidak mudah terpengaruh tren negatif di media sosial.
Kapolres juga mengimbau orang tua dan pihak sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, baik di lingkungan sekolah, tempat tinggal, maupun saat menggunakan media sosial. Edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya kembali aksi kekerasan yang melibatkan pelajar.
Polres Cianjur berharap kejadian serupa tidak kembali terulang sehingga para pelajar dapat fokus menempuh pendidikan dan tumbuh menjadi generasi yang berprestasi serta jauh dari perilaku menyimpang.





