Lambeturah.co.id - Isu dugaan diskriminasi agama menyeruak di lingkungan Solo Safari. Isu ini bermula dari aduan seorang warga yang mengaku permohonan magangnya ditolak karena mengenakan hijab saat mengikuti proses seleksi program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Kejadian ini menyedot perhatian Ketua Fraksi PKS DPRD Surakarta, Sugeng Riyanto. Sugeng bahkan mendatangi langsung manajemen Solo Safari pada Senin (21/9/2026) untuk meminta klarifikasi.

Menurut Sugeng, pelamar tersebut diinformasikan oleh pihak pewawancara bahwa karyawati di tempat rekreasi tersebut tidak diperkenankan mengenakan jilbab. Sugeng menilai tindakan tersebut melanggar Pasal 28 dan Pasal 29 UUD 1945, serta melanggar regulasi dalam UU Ketenagakerjaan dan UU Cipta Kerja.

"Sangat diskriminatif. Ini enggak boleh terjadi di NKRI kita," tegas Sugeng saat ditemui wartawan di lokasi.

Penjelasan Manajemen Solo Safari

Menanggapi tuduhan tersebut, General Manager Solo Safari, Miyana Harikna, membantah keras adanya aturan internal yang melarang penggunaan atribut keagamaan, termasuk hijab, bagi karyawan maupun peserta magang.

Miyana menduga ada penyampaian yang kurang tepat dari pewawancara saat seleksi berlangsung sehingga memicu persepsi negatif.

"Kami dapat tegaskan di Solo Safari tidak memiliki ketentuan yang melarang karyawan untuk menggunakan atribut keagamaan, termasuk hijab," kata Miyana.

Atas nama manajemen, Miyana menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami calon peserta tersebut dan menegaskan siap berdialog langsung untuk meluruskan masalah.

"Kami mohon maaf apabila ada proses komunikasi dengan calon peserta MagangHub yang kurang tepat. Kami siap mengundang dan berdialog untuk meluruskan miskomunikasi ini," ujarnya.

Miyana menambahkan, Solo Safari sangat mendukung program pemerintah dan saat ini sudah memasuki batch ke-4 penempatan MagangHub dengan total 13 peserta. Ketentuan pakaian di posisi tertentu menurutnya hanya disesuaikan dengan kebutuhan teknis lapangan, tanpa membatasi hak beragama seseorang.

Pihak HRD Solo Safari kini tengah menelusuri internal wawancara tersebut serta menghubungi pelamar bersangkutan untuk menyelesaikan kesalahpahaman tersebut.