Lambeturah.co.id - Suasana duka dan haru menyelimuti kedatangan jenazah Nona Wili Mbuik (24), warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Jenazah almarhumah tiba di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang pada Jumat (11/9/2026) pagi sekitar pukul 06.40 WITA dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air.

Isak tangis tak terbendung dari pihak keluarga, kerabat, hingga kenalan yang telah memenuhi area penjemputan sejak pagi. Momen haru kian terasa menyayat hati saat anggota keluarga bergantian memeluk peti jenazah yang dibungkus dengan bendera Merah Putih sebuah bentuk penghormatan terakhir dari Pemerintah Provinsi NTT.

Kedatangan jenazah dijemput langsung oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma bersama Sekda NTT, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta kepala dinas terkait.

Wagub Johni Asadoma memimpin langsung prosesi penghormatan terakhir di terminal kargo. Saat peti jenazah hendak digotong keluar dari kargo, ia menginstruksikan seluruh jajaran pimpinan OPD yang hadir untuk memberikan hormat.

Dalam keterangannya, Wagub NTT mengecam keras aksi penembakan brutal yang menewaskan Wili Mbuik dan satu warga asal NTT lainnya di tanah Papua. Ia mendesak agar aparat keamanan bertindak tegas.

"Kami berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegas Johni.

Selain itu, Wagub Johni juga mengimbau seluruh warga masyarakat diaspora NTT yang saat ini berdomisili di Papua untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Jika menghadapi ancaman atau potensi gangguan keamanan, warga diminta untuk tidak ragu melapor serta meminta perlindungan kepada aparat TNI maupun Polri terdekat.

Sementara itu, paman almarhumah, Yohanes Baba, menyuarakan rasa kehilangan yang teramat dalam atas peristiwa tragis yang menimpa keponakannya.

"Kami kehilangan anak yang kami sayangi dan kami banggakan. Kami merasa sedih. Kejadian ini sangat menyusahkan dan menyedihkan," ungkap Yohanes dengan nada bergetar.

Pihak keluarga mendesak agar penegak hukum bergerak cepat dan menindak tegas para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan kematian almarhumah tidak sia-sia.