Lambeturah.co.id - Aksi demonstrasi yang menyerukan boikot terhadap presenter Ruben Onsu mendadak menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah orang terlihat menggelar aksi di depan gedung Trans TV, Jakarta, sambil membawa spanduk berisi tuntutan agar Ruben tidak lagi tampil di layar kaca.

Dokumentasi demonstrasi tersebut beredar luas melalui berbagai platform media sosial. Para peserta aksi menyampaikan keberatan atas kehadiran Ruben dalam program televisi dan meminta pihak stasiun televisi mempertimbangkan tuntutan mereka.

Mereka juga menyerukan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar memberikan perhatian terhadap aspirasi yang disampaikan dalam demonstrasi tersebut.

Salah satu unggahan yang menampilkan aksi itu dibagikan akun Threads @ultragirl08. Dalam unggahannya, akun tersebut turut menyinggung penampilan Ruben dalam program televisi Brownis.

"Demo depan trans tv boikot Ruben. Penasaran kmrn dia bilang apa di brownis pas live. Ada yang punya cuplikannya?" tulis akun tersebut, dikutip Kamis (5/11/2026).

Spanduk Boikot Ruben Onsu Dibawa Pendemo

Dalam sejumlah foto dan video yang beredar, terlihat peserta demonstrasi membawa beberapa spanduk dengan pesan yang ditujukan kepada Ruben Onsu dan pihak stasiun televisi.

Salah satu spanduk bertuliskan "Boikot Ruben Onsu". Ada pula tulisan yang meminta agar presenter tersebut tidak lagi mendapatkan ruang di berbagai media.

"Jangan beri ruang bagi Ruben Onsu di seluruh media," demikian salah satu pesan yang terpampang dalam spanduk.

Peserta aksi juga menyampaikan tuntutan kepada KPI melalui tulisan, "KPI boikot RO dari Trans TV".

Demonstrasi tersebut menjadi perhatian karena digelar tepat di depan gedung stasiun televisi tempat Ruben diketahui bekerja sebagai pembawa acara.

Namun, tuntutan tersebut merupakan aspirasi kelompok yang menggelar demonstrasi dan tidak dapat dianggap mewakili pandangan seluruh masyarakat.

Warganet Ramai Berkomentar, Ada yang Dukung hingga Curiga Pengalihan Isu

Beredarnya video demonstrasi tersebut memunculkan beragam tanggapan dari pengguna media sosial. Sebagian warganet menyatakan dukungan terhadap aksi boikot dan meminta stasiun televisi lebih memperhatikan kritik publik.

Salah satu komentar bahkan meminta stasiun televisi tidak memberikan ruang kepada figur publik yang dianggap bermasalah.

Namun, tidak sedikit pula pengguna media sosial yang mempertanyakan latar belakang demonstrasi tersebut.

Sebagian warganet mengaitkan kemunculan aksi itu dengan isu lain yang sedang menjadi sorotan publik. Mereka menduga demonstrasi tersebut berpotensi mengalihkan perhatian dari sejumlah persoalan yang tengah ramai dibicarakan.

"Kalau ini digunakan buat pengalihan issue sadap dan issue karhutla... alaaahh dia siapeeee?" tulis salah satu pengguna media sosial.

Komentar lain juga menyinggung dugaan pengalihan isu tersebut.

"Bener-bener pengalihan isunya kuat banget wkwkwkw," tulis warganet lainnya.

Perbedaan tanggapan itu membuat aksi boikot Ruben Onsu semakin ramai diperbincangkan di media sosial.

Petisi Boikot Ruben Onsu Pernah Beredar di Change.org

Seruan agar Ruben Onsu tidak lagi tampil di televisi sebenarnya bukan pertama kali muncul. Sebelumnya, petisi bertajuk "Boikot Ruben Onsu dari pertelevisian Indonesia" sempat beredar melalui platform Change.org.

Petisi tersebut muncul di tengah perbincangan mengenai video call Ruben yang beredar serta polemik yang menyeret namanya dan mantan istrinya, Sarwendah.

Melalui petisi itu, pembuatnya meminta KPI memperhatikan kehadiran Ruben dalam berbagai program televisi di Indonesia.

Jumlah dukungan terhadap petisi tersebut juga sempat menjadi bahan perbincangan setelah dibandingkan dengan petisi boikot terhadap Sarwendah.

Kini, tuntutan serupa kembali disuarakan melalui demonstrasi langsung di depan gedung Trans TV.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai respons pihak Trans TV maupun KPI terhadap aksi demonstrasi tersebut. Belum diketahui pula apakah tuntutan para pendemo akan ditindaklanjuti oleh pihak terkait.