Lambeturah.co.id - Jagat media sosial, khususnya platform Threads, mendadak gempar oleh aksi seorang netizen yang nekat menghadiri konser F4 meski baru saja didiagnosis mengidap penyakit campak. Alih-alih mendapat simpati, pengakuan yang awalnya berniat membagikan kisah "mukjizat" tersebut justru memanen kecaman hebat dari warganet karena dinilai berpotensi menularkan penyakit berbahaya ke ratusan orang lainnya.

Mengaku Dapat 'Mukjizat' Sembuh dalam 3 Hari

Kontroversi ini bermula dari unggahan akun Threads yang membagikan foto kondisi kulitnya yang dipenuhi ruam merah khas gejala campak fase akut. Dalam keterangan foto tersebut, ia menceritakan bahwa dirinya terdiagnosis campak tepat tiga hari sebelum (H-3) konser F4 berlangsung.

"Masih ga nyangka kmrn bisa punya kesempatan nonton F4 karna... h-3 aku kena campak dong dgn kondisi kulit sebadan kyk gini + menular bgt. Dah bener2 pasrah... mencoba utk menerima legowo ikhlasin aja tu tiket angus bljr tetep BERSYUKUR diksh sakit begini," tulis penonton tersebut dalam unggahannya.

Namun, plot twist terjadi ketika ia mengeklaim mendapatkan keajaiban setelah sempat pasrah. Ia merasa diberi kesembuhan secara instan sehingga bisa tetap berangkat dan menonton idolanya dari jarak yang sangat dekat.

"Dan disaat sikap hati diuji, disitu miracle pun itu ada. Gw dikasih sembuh dan bs nonton... sedeket ini... makasi Tuhan Yesus baik bgt!!" lanjutnya sembari mengucap syukur.

Netizen Ngamuk: "Itu Egois, Bukan Mukjizat!"

Unggahan yang awalnya bernada religius dan penuh syukur tersebut langsung berbalik arah menjadi bumerang. Pasalnya, secara medis, penyakit campak (measles) dikenal sebagai salah satu penyakit infeksi virus yang paling menular di dunia melalui udara (airborne).

Melihat fakta bahwa masa inkubasi dan penularan campak tidak bisa hilang hanya dalam waktu tiga hari, netizen pun langsung menghujat aksi nekat tersebut. Ribuan warga Threads lainnya mengecam tindakan yang dianggap egois dan membahayakan keselamatan publik tersebut.

Berikut beberapa komentar pedas dari netizen:

• "Itu bukan miracle mbak, itu namanya egois! Kamu egois mikirin tiket hangus tapi mengorbankan kesehatan ratusan orang di sekitar kamu yang bisa ketularan."

• "Campak itu airborne. Jarak sedekat itu di kerumunan konser? Fix bisa nularin berapa ratus orang itu dalam satu malam."

• "Ngeri banget, gimana kalau di sana ada ibu hamil atau anak kecil yang imunnya lemah? Tolong lah punya empati, kalau sakit menular ya isolasi!"

Bahaya Campak di Kerumunan Padat

Sebagai informasi, virus campak dapat bertahan di udara dan di permukaan dinding atau barang selama hingga dua jam setelah orang yang terinfeksi meninggalkan ruangan. Seseorang yang terinfeksi bahkan sudah bisa menularkan virus sejak 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelah ruam mereda.

Menghadiri acara publik berskala besar seperti konser musik dalam kondisi terinfeksi campak dinilai para ahli kesehatan sebagai tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab, karena berpotensi menciptakan klaster penularan baru berskala besar.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan asli tersebut kabarnya telah mendapat ribuan respons negatif, dan netizen mendesak adanya kesadaran publik yang lebih tinggi terkait etika kesehatan saat berada di ruang publik.

Bagaimana menurut Anda? Apakah tindakan tersebut murni keajaiban atau justru bentuk keegoisan yang membahayakan orang lain?