Lambeturah.co.id - Ironi terjadi di kawasan wisata Pantai Cipatuguran, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di tengah menumpuknya sampah yang mencemari kawasan pesisir, puluhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) justru turun tangan membersihkan lingkungan yang kotor akibat ulah sebagian masyarakat.

Pemandangan kontras terlihat saat puluhan pasien dan pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Panti Sosial Aura Welas Asih memunguti sampah yang berserakan di sepanjang bahu jalan dan bibir pantai. Mereka dengan tekun mengumpulkan limbah rumah tangga seperti plastik, sisa makanan, popok sekali pakai, hingga kemasan sabun ke dalam karung dan kantong sampah besar.

Ketua LKS Panti Sosial Aura Welas Asih, Leni Nurmayunita, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang dinilai semakin memprihatinkan.

"Ini murni inisiatif kami karena melihat kawasan pantai yang merupakan destinasi wisata justru dipenuhi sampah. Bahkan di sekitar jembatan sudah seperti tempat pembuangan sampah," ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Sebanyak 65 orang yang terdiri dari pasien ODGJ dan karyawan panti dilibatkan dalam aksi bersih-bersih yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Dari kegiatan tersebut, mereka berhasil mengumpulkan sekitar 60 hingga 70 karung sampah rumah tangga.

Namun, di tengah aksi yang bertujuan menyadarkan masyarakat itu, terjadi peristiwa yang justru menambah keprihatinan. Saat para peserta sedang membersihkan area pantai, mereka memergoki seorang warga yang datang menggunakan sepeda motor dan membuang sampah di lokasi yang sama.

"Kami sedang bersih-bersih, tapi masih ada warga yang datang lalu membuang sampah ke sini," ungkap Leni.

Setelah berhasil mengumpulkan puluhan karung sampah, pihak panti kini menghadapi kendala lain. Sampah yang telah dikemas belum bisa diangkut karena masih menunggu penjemputan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Menurut Leni, hingga saat ini pihaknya masih berupaya berkoordinasi dengan instansi terkait agar sampah yang telah terkumpul dapat segera dibawa ke tempat pembuangan yang semestinya.

Melalui kegiatan tersebut, Leni berharap masyarakat memiliki kesadaran lebih tinggi untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan wisata yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Sukabumi.

Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih, wisatawan akan merasa nyaman berkunjung ke Palabuhanratu dan citra daerah sebagai destinasi wisata pun dapat tetap terjaga.

"Kami hanya ingin mengajak masyarakat lebih peduli. Sampah yang dibuang sembarangan bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga mencemari lingkungan dan mengurangi kenyamanan wisatawan," pungkasnya.