Lambeturah.co.id - Sebuah pemandangan unik dan mengocok perut terekam dalam gelaran resepsi pernikahan warga di Semarang, Jawa Tengah. Aksi kreatif para pemuda Karang Taruna dari Dusun Pendem saat menjalankan tradisi sinoman mendadak viral di media sosial setelah mereka mengangkut puluhan krat minuman secara bergotong-royong memanjang hingga menyerupai gerbong kereta api.
Momen menggelitik tersebut diunggah oleh akun Instagram `@remajadusunpendem` dan langsung mencuri perhatian netizen. Dalam video singkat yang diunggah, terlihat belasan pemuda berbaris rapi sambil memikul belasan hingga puluhan krat minuman ringan. Menariknya, krat-krat tersebut disusun saling bersambung memanjang ke belakang, menciptakan formasi mirip gerbong kereta api berjalan di tengah riuhnya hajatan pernikahan.
"Sepur ta iki? ðŸ˜ðŸ˜ #karangtaruna #sinoman #nyinomday #wedding," tulis keterangan dalam unggahan video yang mengundang banyak gelak tawa dan respons positif dari warganet.
Mengenal Tradisi Sinoman: Wujud Gotong Royong Pemuda Desa
Di Jawa Tengah, khususnya wilayah Semarang dan sekitarnya, tradisi sinoman merupakan bagian tak terpisahkan dari pesta pernikahan atau hajatan warga. Sinoman merujuk pada aksi sukarela para pemuda dan pemudi desa (karang taruna) untuk membantu pemilik rumah dalam melayani para tamu undangan, mulai dari menyajikan makanan, membagikan minuman, hingga merapikan piring dan gelas kotor.
Aksi 'kereta api krat minuman' ini merupakan inovasi kocak sekaligus bukti kekompakan para pemuda Dusun Pendem. Selain mempermudah distribusi minuman dalam jumlah besar sekaligus, cara unik ini terbukti efektif mencairkan suasana hajatan menjadi lebih ceria dan penuh keakraban.
Melestarikan Budaya Lokal Lewat Media Sosial
Di era modern saat ini, kekhawatiran akan lturnya tradisi gotong royong sering kali terdengar. Namun, aksi para pemuda Semarang ini membuktikan bahwa semangat kearifan lokal tetap hidup subur di kalangan generasi muda, bahkan mampu dikemas secara kreatif dan relevan dengan tren media sosial.
Melalui tagar seperti `#sinoman` dan `#nyinomday`, generasi muda kini tidak lagi memandang kegiatan gotong royong di desa sebagai beban, melainkan sebagai wadah kebersamaan yang menyenangkan dan patut dibanggakan.





