Lambeturah.co.id — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selalu menyimpan beragam cerita unik dari para siswa baru. Baru-baru ini, sebuah video yang memperlihatkan seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) terlambat datang ke kegiatan MPLS mendadak viral di media sosial TikTok. Bukan karena bangun kesiangan, alasan siswi tersebut terlambat justru memicu perdebatan hangat di kalangan netizen.
Video yang pertama kali diunggah oleh akun TikTok @Nerop_HTG tersebut memperlihatkan momen ketika sang siswi tiba di sekolah. Saat ditanya mengenai alasannya terlambat, ia dengan jujur mengaku bahwa dirinya menyempatkan diri untuk sarapan terlebih dahulu di rumah sebelum berangkat.
Sang pemilik akun menuliskan takarir (caption) penuh dukungan, "Adekku tetap semangat," yang langsung memancing perhatian luas dari pengguna internet. Hingga saat ini, unggahan tersebut telah dibanjiri ribuan komentar yang menyuarakan berbagai sudut pandang berbeda.
Netizen Terbelah: Antara Kesehatan dan Kedisiplinan
Alasan jujur dari siswi SMP ini memicu diskursus menarik di kolom komentar. Netizen terpantau terbelah menjadi dua kubu dalam menyikapi fenomena ini:
• Kubu Pro-Kesehatan: Banyak warganet yang membela tindakan siswi tersebut. Menurut mereka, keputusan untuk sarapan adalah langkah yang tepat dan wajar. Sarapan dinilai sangat krusial bagi anak sekolah, terutama saat menjalani aktivitas fisik dan mental yang padat selama MPLS, demi menjaga kesehatan serta fokus konsentrasi.
• Kubu Pro-Kedisiplinan: Di sisi lain, tidak sedikit netizen yang menilai bahwa aturan tetaplah aturan. Mereka berpendapat bahwa siswa harus mulai belajar manajemen waktu yang baik. Menjaga kesehatan memang penting, namun mempersiapkan diri lebih awal agar kebutuhan pribadi terpenuhi tanpa melanggar jam masuk sekolah adalah bentuk kedisiplinan yang utama.
Hingga berita ini diturunkan, video tersebut masih terus mendapat respons digital yang masif, menjadikannya salah satu topik perbincangan hangat seputar dunia pendidikan dan pola asuh anak di awal tahun ajaran baru.





