Lambeturah.co.id - Femas Yani Arianto, warga Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, hilang saat berwisata ke Korea Selatan.

Apalagi kepergian Femas ke Korea Selatan tanpa sepengetahuan sang ibu. Kepada ibunya, Femas mengaku hanya akan pergi ke Surabaya.

Ibu Femas, MT, baru tahu kalau putranya pergi ke Korea Selatan dari anak bungsunya yang tak sengaja melihat konten di gawainya yang mengabarkan bahwa kakaknya kabur.

"Tidak tahu kalau ke Korea, tahunya dia pamit mau ke Surabaya," kata MT dikutip pada Senin (20/7/2026).

Mendengar informasi tersebut, MT langsung lemas. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, ia juga mendapatkan telepon dari sejumlah pihak untuk mengkonfirmasi hilangnya Femas.

Tak hanya itu, dari pihak travel agen juga meminta ganti rugi kepada MT sebesar Rp50 juta.

MT yang syok mendapat kabar tersebut langsung sakit selama 3 hari. "Saya punya asam lambung naik, badan lemes gitu, terus pikiran pusing, drop lah. Enggak keluar rumah saya," tambahnya.

MT sendiri berasal dari keluarga yang sederhana. Ia merupakan seorang janda setelah beberapa tahun lalu suaminya meninggal dunia.

Kepergian suaminya tersebut disusul dengan runtuhnya usaha jual beli pupuk. Padahal usaha tersebut selama ini menjadi pegangan hidup keluarga.