Lambeturah.co.id - Pemerintah Israel tengah mempersiapkan rencana kontroversial pembangunan penjara berkeamanan tinggi yang dikelilingi parit berisi buaya untuk menahan tahanan Palestina.

Gagasan ini pertama kali diusulkan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, dan kini mulai menemukan jalan hukumnya setelah Menteri Perlindungan Lingkungan Israel menandatangani aturan yang mengubah status buaya dari satwa liar yang dilindungi menjadi “hewan liar yang dikelola”.

Dengan regulasi baru tersebut, Dinas Penjara Israel langsung mengkaji kelayakan proyek ini, bahkan sejumlah petugasnya telah mengunjungi kebun binatang untuk mempelajari cara penanganan buaya.

Pendukung rencana ini berdalih bahwa parit buaya dapat memperkuat keamanan sekaligus memangkas kebutuhan personel penjaga, meski investasi awalnya tidak sedikit karena harga seekor buaya dewasa bisa mencapai 20 ribu dolar AS per ekor.

Rencana ini menuai kritik tajam dari berbagai organisasi HAM internasional yang menilai langkah tersebut melanggar hukum humaniter internasional.

Kritik ini muncul di tengah laporan yang mendokumentasikan dugaan kelaparan sistematis, penyiksaan, dan kelalaian medis terhadap sekitar 9.500 tahanan Palestina yang saat ini mendekam di penjara Israel, termasuk kelompok perempuan dan anak-anak.