Lambeturah.co.id - Kapal nelayan tradisional KM El Rayyan asal Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, tenggelam setelah ditabrak kapal penangkap ikan tuna berbendera Taiwan di perairan Selat Malaka. Saat insiden terjadi, kapal nelayan tersebut tengah mengalami kerusakan mesin dan terombang-ambing di laut.
Kepala Dinas Penerangan Kodaeral I, Kolonel Laut Wahyu Kurniawan, mengatakan kecelakaan itu terjadi di perairan dekat Pulau Dato, wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, pada Rabu (28/10/2026) dini hari.
KM El Rayyan sebelumnya bertolak dari Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, untuk melaut pada Sabtu (24/10/2026).
Namun, ketika berada di tengah perjalanan, mesin kapal mengalami kerusakan sekitar pukul 01.00 WIB. Kondisi tersebut membuat kapal tidak dapat berlayar dengan normal dan terombang-ambing di perairan.
“Pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, kapal mengalami kerusakan mesin hingga terombang-ambing di laut,” kata Wahyu, Rabu (28/10/2026).
Sekitar dua jam kemudian, tepatnya pukul 03.00 WIB, KM El Rayyan ditabrak kapal penangkap ikan tuna berbendera Taiwan bernama Ching Kuo Yu Fa Hao. Benturan tersebut menyebabkan kapal nelayan itu tenggelam.
Wahyu menjelaskan, insiden tersebut diduga dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kondisi cuaca buruk dan minimnya penerangan pada kapal nelayan.
Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut diduga membuat KM El Rayyan semakin sulit terlihat oleh kapal ikan tuna yang melintas.
“Kondisi hujan deras, kerusakan mesin, dan tidak adanya penerangan di kapal nelayan diduga menjadi faktor yang menyebabkan kapal sulit terlihat,” jelasnya.
Tiga ABK Berhasil Diselamatkan
Setelah tabrakan terjadi, tiga anak buah kapal (ABK) KM El Rayyan berhasil diselamatkan oleh awak kapal Ching Kuo Yu Fa Hao. Meski demikian, ketiganya masih berada di tengah laut saat informasi kecelakaan diterima petugas.
Salah seorang ABK kemudian menghubungi pemilik kapal melalui sambungan telepon sekitar pukul 06.30 WIB untuk menyampaikan kabar kecelakaan tersebut.
Informasi itu diterima Posal Pantai Labu dari pemilik KM El Rayyan sekitar pukul 08.30 WIB. Petugas selanjutnya berkoordinasi dengan Basarnas, nakhoda KM El Rayyan, serta perwakilan awak kapal Ching Kuo Yu Fa Hao.
Kodaeral I juga mengoordinasikan kesiapan unsur terdekat untuk membantu proses evakuasi ketiga ABK tersebut.
“Sebagai langkah lanjutan, Kodaeral I mengoordinasikan kesiapan unsur terdekat untuk mendukung proses evakuasi,” pungkas Wahyu.
Hingga informasi ini disampaikan, petugas masih mengupayakan evakuasi terhadap ketiga ABK yang berada di tengah laut.





