Lambeturah.co.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali meningkat. Kondisi ini tidak hanya mengancam masyarakat dan lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap satwa liar yang kehilangan habitat serta sumber makanan.

Di Kabupaten Katingan, seekor orang utan bahkan terlihat memasuki kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan. Satwa dilindungi tersebut diduga keluar dari habitatnya akibat kawasan hutan di sekitarnya terdampak kebakaran.

Kemunculan orang utan itu terjadi di tengah kepulan asap dan kobaran api. Satwa tersebut terlihat bergerak di badan jalan hingga area perkantoran yang berdekatan dengan aktivitas manusia.

Petugas pemadam kebakaran bersama warga kemudian berupaya menghalau orang utan tersebut agar kembali ke kawasan hutan. Langkah itu dilakukan untuk mencegah satwa semakin mendekati permukiman dan menghindari potensi konflik dengan manusia.

Peristiwa ini menjadi salah satu gambaran dampak karhutla terhadap satwa liar. Ketika habitat terbakar dan sumber pakan berkurang, satwa terpaksa mencari lokasi lain yang dianggap lebih aman, termasuk kawasan yang berada dekat dengan manusia.

Satwa Liar Ditemukan Mati Terbakar

Dampak karhutla terhadap satwa juga ditemukan di wilayah Kasongan, ibu kota Kabupaten Katingan.

Petugas menemukan seekor terenggiling yang merupakan satwa dilindungi dalam kondisi sudah terbakar. Selain itu, seekor ular sanca dengan panjang sekitar tiga meter juga ditemukan mati dengan tubuh terbakar di lokasi karhutla.

Petugas Damkar Dinas Kehutanan Kalteng, Bagus, mengatakan sejumlah satwa menjadi korban akibat kebakaran yang melanda habitat mereka.

"Di Kalteng ini banyak satwa yang terdampak. Kemarin menemukan ular sanca kurang lebih panjang tiga meteran. Itu mati terbakar. Dan juga satwa dilindungi termasuk terenggiling," kata Bagus.

Menurutnya, informasi dari petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Katingan Hilir juga menyebut adanya temuan terenggiling yang terbakar.

"Kemarin info dari teman-teman KPHP Katingan Hilir, mereka menemukan terenggiling yang sudah terbakar. Dan juga di Katingan ada orang utan yang habitatnya terbakar jadi mereka masuk ke permukiman warga," ujarnya.

Ratusan Karhutla Terjadi di Palangka Raya

Berdasarkan data BPBD Kalteng, terdapat 27 kejadian karhutla di Kabupaten Katingan dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 44 hektare.

Sementara itu, kondisi di Kota Palangka Raya tercatat lebih luas. Sebanyak 329 kejadian karhutla dilaporkan dengan total lahan terbakar mencapai 274 hektare.

Meningkatnya karhutla tidak hanya mengancam permukiman dan kualitas udara, tetapi juga mempersempit ruang hidup satwa liar. Kemunculan orang utan di kompleks Pemkab Katingan menjadi peringatan bahwa dampak kebakaran hutan telah mendorong satwa keluar dari habitatnya untuk mencari keselamatan.