Lambeturah.co.id - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) masih terus dilakukan. Petugas gabungan mengerahkan helikopter water bombing dan personel darat untuk mengatasi kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai puluhan hektare.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mengerahkan dua helikopter water bombing untuk memadamkan karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kebakaran terpantau terjadi di dua lokasi, yakni Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, dan Desa Sungai Tepuk, Kecamatan Sungai Menang.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan total luas lahan yang terbakar di kedua lokasi tersebut mencapai sekitar 17 hektare. Dari jumlah itu, sekitar 10 hektare telah mendapatkan penanganan melalui penyiraman udara.

"Pemadaman helikopter WB kemarin dilakukan di wilayah OKI. Dua area karhutla berada di Desa Jungkal di Pampangan dan Desa Sungai Tepuk di Sungai Menang," ujar Sudirman, Sabtu (7/11/2026).

Di Desa Jungkal, kebakaran menghanguskan sekitar 9 hektare lahan. Petugas berhasil melakukan pemadaman pada area seluas kurang lebih 4 hektare dengan mengerahkan helikopter sebanyak 20 kali penyiraman atau water bombing.

Sementara itu, di Desa Sungai Tepuk, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 8 hektare. Sekitar 6 hektare di antaranya telah dilakukan pemadaman menggunakan 40 kali penyiraman air dari udara.

Meski puluhan kali penyiraman telah dilakukan, kondisi di kedua lokasi tersebut masih menyisakan asap hingga akhir operasi pemadaman.

"Hingga akhir pemadaman kondisinya masih berasap," kata Sudirman.

Manggala Agni Tangani Empat Titik Karhutla

Selain menggunakan helikopter, upaya pemadaman juga dilakukan melalui jalur darat oleh personel Manggala Agni. Penanganan difokuskan di sejumlah titik kebakaran di Kabupaten OKI dan Banyuasin yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, menyebut terdapat empat titik karhutla yang sedang ditangani personelnya.

Di Kabupaten OKI, kebakaran terjadi di kawasan Talang Rimba, Kecamatan Cengal, dengan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 40 hektare lebih.

Selain itu, petugas juga melakukan penanganan di wilayah Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran Timur, serta Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam.

Sementara di Kabupaten Banyuasin, pemadaman dilakukan di wilayah Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan.

Asap Karhutla OKI Picu Penurunan Kualitas Udara Palembang

Dampak karhutla di Sumsel juga mulai dirasakan warga Kota Palembang. Kualitas udara di ibu kota Sumsel tersebut kembali memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di wilayah OKI dan sekitarnya.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengatakan asap karhutla diduga menjadi penyebab utama memburuknya kualitas udara Palembang pada Sabtu pagi.

Menurutnya, arah angin dari timur turut membawa asap kebakaran dari wilayah OKI menuju Palembang.

"Dugaan karena asap akibat karhutla yang masih terjadi di beberapa wilayah OKI (Ogan Komering Ilir), karena arah angin saat ini masih dari timuran," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla di sejumlah wilayah Sumsel menjadi perhatian, terutama untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus mengurangi dampak asap terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.