Lambeturah.co.id — Ombudsman RI menemukan sejumlah hal yang menjadi sorotan saat melakukan peninjauan di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat. Salah satunya adalah kartu Rumah Sakit Pondok Indah atas nama Hansen Setiawan, terpidana kasus korupsi importasi gula.
Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati mengungkapkan, kartu tersebut ditemukan di salah satu bangunan yang berada di area Lapas Cibinong. Setelah dilakukan pengecekan, kartu itu diketahui milik Hansen Setiawan, yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Sentra Usahatama Jaya.
Hansen merupakan terpidana dalam perkara korupsi importasi gula yang turut menyeret mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong dan mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
Dalam perkara tersebut, Hansen didakwa bersama-sama dengan pihak lainnya menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp578.105.411.622,47 atau sekitar Rp578 miliar.
"Kami menemukan juga adanya kartu Rumah Sakit Pondok Indah atas nama Hansen Setiawan, yang kemudian kami cek itu adalah Direktur Utama PT Sentra Usahatama Jaya, terpidana dalam kasus importasi gula di salah satu bangunan di area Lapas Kelas IIA Cibinong," ujar Syafrida dalam rapat Komisi II DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Selain kartu milik Hansen, Ombudsman juga menemukan sejumlah botol bekas minuman keras di area Lapas Cibinong.
Syafrida mengatakan keberadaan jalur tikus di sekitar lapas menjadi salah satu hal yang paling dikhawatirkan Ombudsman. Terlebih, kondisi pagar di area tersebut disebut sudah lepas sehingga berpotensi menimbulkan persoalan keamanan.
Temuan lainnya adalah dugaan pungutan liar terhadap warga binaan. Menurut Syafrida, warga binaan di salah satu blok disebut dikenai pungutan sebesar Rp150.000 setiap minggu.
Informasi mengenai pungutan tersebut diperoleh Ombudsman dari keluarga warga binaan yang baru selesai melakukan kunjungan.
"Ya, kemudian kami menemukan masih ada pungli terhadap warga binaan sebesar Rp150.000 per minggu, yang di salah satu blok yang berada di area lapas, dan itu kami peroleh dari keluarga warga binaan yang habis melakukan kunjungan," kata Syafrida.
Temuan kartu rumah sakit, botol miras, jalur tikus, hingga dugaan pungutan liar tersebut menambah daftar persoalan yang menjadi perhatian Ombudsman dalam peninjauan kondisi Lapas Cibinong.





