Lambeturah.co.id - Kasus dugaan perundungan atau bullying yang berujung maut kembali mengguncang dunia pendidikan. Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh teman sekelasnya.
Peristiwa tersebut terjadi di dalam ruang kelas. Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat dua teman korban menegurnya karena terdapat sampah di loker meja milik korban. Teguran itu kemudian memicu cekcok setelah korban disebut enggan membersihkan sampah tersebut.
Situasi kemudian memanas hingga kedua pelaku diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap korban. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami cedera serius dan harus menjalani perawatan intensif.
Korban yang merupakan warga Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang, Lumajang, sempat bertahan selama sekitar satu bulan sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada 24 Juni 2026.
Hasil visum dari tim medis menunjukkan korban diduga meninggal akibat luka benturan lama pada bagian kepala. Temuan tersebut kini menjadi salah satu dasar penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian.
Polres Lumajang telah menetapkan satu anak yang berhadapan dengan hukum sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Tersangka diketahui merupakan teman sekolah korban dan masih berstatus sebagai pelajar.
Hingga kini, penyidik masih terus mendalami kasus dugaan bullying yang berujung pada kematian tersebut, termasuk mengungkap peran pihak lain yang diduga terlibat dalam insiden itu. Polisi juga akan melengkapi alat bukti guna mengusut kasus sesuai ketentuan hukum yang berlaku.





