Lambeturah.co.id - Sebuah peristiwa tragis sekaligus memprihatinkan melanda kawasan Jalan Bumi Ayu Raya, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Kebakaran hebat menghanguskan dua ruko yang dijadikan gudang penyimpanan makanan ringan dan tepung pada Kamis (22/10/2026) malam.
Musibah tersebut tak hanya menelan kerugian materiil yang besar, tetapi juga memakan korban jiwa. Kepala gudang bernama Febriansyah, warga Kelurahan Rawa Makmur, ditemukan tak bernyawa di dekat tangga menuju toilet usai proses pemadaman pada Jumat (23/10/2026) pagi.
Namun, di balik duka yang menyelimuti insiden ini, terekam aksi tak terpuji dari sekelompok warga yang justru memanfaatkan situasi untuk menjarah barang-barang dari lokasi kejadian.
Ditemukan Meninggal Dunia Usai Pemadaman
Kebakaran pertama kali dilaporkan warga pada Kamis pukul 23.41 WIB. Kobaran api yang dengan cepat membesar tak mampu dipadamkan secara mandiri oleh warga sekitar.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu mengerahkan sebanyak 12 armada dari 10 pos pemadam, dibantu oleh personel Polri serta Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) untuk menjinakkan si jago merah. Api baru berhasil dipadamkan total dan disusul proses pendinginan hingga pukul 03.00 WIB.
Sayangnya, saat pemeriksaan ulang dilakukan pada pagi harinya, petugas menemukan tubuh Febriansyah sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
"Setelah dilakukan pengecekan kembali pada pagi hari, benar ditemukan satu jenazah di salah satu gudang yang terbakar," konfirmasi Kapolsek Selebar, AKP Bayu Heri.
Ironi Musibah: Diteriaki 'Enggak Ada Otak', Penjarahan Tetap Terjadi
Di tengah penemuan jenazah korban, muncul keprihatinan mendalam saat sejumlah oknom warga nekat menerobos garis polisi (police line) demi mengambil ratusan bungkus makanan ringan milik korban.
Aksi tersebut sempat diabadikan oleh warga lain yang geram melihat perilaku tak berempati tersebut. Dalam video yang beredar luas di media sosial, terdengar bentakan keras dari seorang pria yang merekam aksi tersebut:
"Kalian ku videokan ya, akan kukasih ke Polsek. Kalian enggak ada otak, orang terkena musibah kalian ambil barang!"
Meski beberapa warga tampak mengembalikan barang yang dibawanya setelah ditegur keras, beberapa lainnya dilaporkan cuek dan tetap melenggang membawa barang yang bukan haknya.
Polisi Amankan 12 Orang dan Ratusan Bungkus Snack
Tindakan penjarahan di lokasi musibah ini langsung direspon cepat oleh pihak kepolisian. Polisi bertindak tegas dengan mengamankan 12 orang terduga pelaku penjarahan beserta barang bukti berupa ratusan bungkus makanan ringan.
Pemeriksaan intensif masih terus dilakukan untuk mendalami peran masing-masing pihak dalam aksi pengambilan barang secara ilegal di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sementara itu, tim penyidik juga masih terus mendalami penyebab pasti munculnya api serta total kerugian yang dialami pemilik usaha.
Musibah ini menjadi ikhtiar dan pengingat bersama bahwa empati dan rasa kemanusiaan seharusnya berada di atas segalanya ketika bencana melanda, bukan malah dijadikan kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi di atas penderitaan orang lain.





