Lambeturah.co.id - Puncak kekecewaan masyarakat terhadap lambannya pembangunan infrastruktur di daerah kembali memicu aksi nyata sekaligus kritik keras dari warga. Didorong rasa kesal akibat janji perbaikan yang tak kunjung terealisasi, warga di Dusun Umbul Gelimbung, Kabupaten Lampung Timur, mengambil langkah ekstrem dengan mengalihkan dana yang seharusnya untuk membayar pajak guna memperbaiki jalan secara swadaya.

Aksi pembangkangan sipil ini viral di media sosial setelah sebuah video memperlihatkan seorang warga secara terbuka menyatakan mogok membayar pajak tahun ini. Uang tersebut sengaja dialihkan langsung untuk membeli semen dan material bangunan demi memperbaiki akses mobilitas warga yang kondisinya sudah hancur lebur.

Kecewa Janji Manis dan Infrastruktur yang Hancur

Bagi masyarakat setempat, keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Akses jalan yang rusak parah telah lama mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari. Sayangnya, laporan dan janji manis dari dinas terkait dinilai hanya menjadi angin lalu tanpa ada realisasi nyata di lapangan.

"Daripada terus-menerus disetor ke kas negara tapi dampaknya tidak dirasakan, lebih baik uangnya dipakai langsung untuk beli semen. Hasilnya nyata dan langsung bisa dinikmati warga," ujar salah satu narasi yang berkembang di tengah aksi swadaya tersebut.

Langkah berani ini dinilai sebagian besar netizen sebagai tamparan keras bagi pemerintah daerah. Masyarakat merasa dana pajak yang mereka setorkan selama ini tidak kembali dalam bentuk fasilitas publik yang layak, melainkan justru kontras dengan gaya hidup para pejabat publik.

Gerakan Swadaya yang Menuai Dukungan

Aksi nyata warga Dusun Umbul Gelimbung ini langsung memanen pujian luas di jagat maya. Banyak yang menilai langkah ini jauh lebih terhormat, transparan, dan bermanfaat langsung bagi rakyat jelata.

Tagar dan dukungan moral seperti "Lampung Timur Luar Biasa" dan "Masyarakat Bergerak Mandiri" mulai bermunculan di kolom komentar media sosial, mengapresiasi keberanian warga dalam mengambil sikap tegas demi kemajuan desa mereka sendiri.

Hingga berita ini diturunkan, aksi perbaikan jalan secara mandiri oleh warga masih terus berlangsung menggunakan dana kolektif dan pengalihan anggaran pribadi tersebut. Warga berharap aksi ini bisa menjadi refleksi mendalam bagi pembuat kebijakan di Lampung Timur agar lebih serius memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang menjadi urat nadi perekonomian rakyat.