Lambeturah.co.id - Jagat maya kembali dihebohkan oleh aksi nekat seorang wanita yang membakar tumpukan sertifikat prestasi miliknya. Video curhatan tersebut viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Threads @mersiechy3112, dan langsung memicu perdebatan sengit di kalangan netizen mengenai efektivitas jalur prestasi dalam sistem pendidikan saat ini.

Dalam video singkat yang beredar, wanita tersebut memperlihatkan sekitar 13 sertifikat dari berbagai ajang kompetisi, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga tingkat nasional. Ironisnya, seluruh bukti prestasi tersebut sengaja dibakar sebagai bentuk kekecewaan mendalam.

Ia merasa kerja keras dan perjuangannya selama bertahun-tahun mengumpulkan prestasi tersebut sama sekali tidak berguna dalam proses seleksi pendidikan yang ia jalani.

"Nasional, provinsi, kabupaten yang sudah LEGALISIR pun tidak terpakai, bagaimana generasi muda mau termotivasi untuk berprestasi?" tulisnya dalam keterangan video tersebut.

Unggahan tersebut spontan memancing beragam reaksi dari warganet. Sebagian netizen menyayangkan aksi pembakaran tersebut. Menurut mereka, sertifikat itu adalah bukti fisik dari proses panjang dan perjuangan yang tidak mudah, sehingga tidak sepatutnya dihancurkan begitu saja.

Namun, tidak sedikit pula netizen yang bersimpati dan membenarkan keresahan sang wanita. Banyak yang menilai bahwa aturan jalur prestasi saat ini membingungkan dan cenderung tidak transparan.

Di sisi lain, beberapa pengguna internet mencoba memberikan sudut pandang objektif. Mereka mengingatkan bahwa dalam sistem seleksi pendidikan, tidak semua sertifikat memiliki bobot nilai yang sama. Lembaga pendidikan biasanya memiliki standar dan daftar kompetisi resmi tertentu yang diakui, sehingga sertifikat di luar daftar tersebut otomatis tidak dapat digunakan.

Secara tidak langsung, peristiwa viral ini kembali membuka luka lama dan diskusi publik mengenai kejelasan standar penilaian jalur prestasi di Indonesia. Banyak pihak, termasuk orang tua murid dan pengamat pendidikan, menilai pemerintah atau lembaga terkait perlu memberikan transparansi yang lebih jelas.

Kejelasan informasi mengenai jenis kompetisi apa saja yang diakui, bobot poin tiap tingkatan, hingga kuota yang tersedia dinilai sangat krusial. Hal ini penting agar para pelajar memahami sejak awal dan tidak merasa dikhianati oleh sistem setelah mereka berjuang mengharumkan nama sekolah atau daerah mereka.

Hingga saat ini, unggahan di akun Threads tersebut terus dibanjiri komentar dan dibagikan ulang di berbagai platform media sosial lainnya.