Lambeturah.co.id - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto masih mendalami nama Raffi Ahmad dalam kasus dugaan suap impor di Direktorat Jenderal Bea Cukai.
Dia mengatakan pemeriksaan terhadap Raffi Ahmad terkait kasus dugaan suap impor di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai belum terlalu relevan dilakukan dalam waktu dekat .
Alasannya, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni itu muncul hanya disinggung satu kali sepanjang persidangan berjalan.
Karena itu, Setyo menilai peran Raffi dalam kasus tersebut tidak terlalu relevan dengan pokok perkara.
"Kalau namanya hanya lewat saja dan tidak terlalu relevan dengan pokok perkara, tidak mungkin kami paksakan pemeriksaannya. Tapi, semua fakta persidangan kami akan telaah dan kaji," ujar Setyo Budiyanto di Gedung DPR, Rabu (17/6).
Nama Raffi Ahmad muncul saat jaksa memeriksa saksi dari sektor swasta, yakni Sri Pangestuti alias Tuti. Taufik membenarkan bahwa Raffi Ahmad menitipkan dua barang elektronik berupa ponsel pintar dan laptop besutan Apple kepada kantor perwakilan PT Blueray Cargo di Amerika Serikat.
Sebelumnya, Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan pihaknya memutuskan untuk tidak memeriksa Raffi saat menemukan fakta tersebut dalam tahap pemeriksaan karena volumenya yang kecil, yakni dua unit.
Namun Taufik mencatat kedua barang elektronik tersebut dikirim bersamaan barang selundupan partai besar oleh Blueray.





