Lambeturah.co.id - Tenaga kesehatan (nakes) Widhiyarini Pangestika mendatangi kediaman orang tua almarhum Yurizal Tri Chaerawan untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Kedatangan Widhiyarini dilakukan setelah komentarnya di unggahan media sosial Yurizal menjadi sorotan dan menuai kecaman dari warganet.
Momen Widhiyarini menemui keluarga Yurizal dibagikan oleh kakak almarhum melalui media sosial. Dalam video tersebut, Widhiyarini terlihat duduk bersama kedua orang tua Yurizal.
Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf atas komentarnya yang ditulis pada unggahan Yurizal sebelum meninggal dunia.
"Saya mengaku bersalah atas cuitan saya kepada almarhum Yurizal pada tanggal 25 bulan Juli kemarin, yang sekiranya melukai hati ibu, hati kakak, dan bapak," ujar Widhiyarini dalam video tersebut.
"Saya mohon maaf, bukan maksud saya untuk melakukan itu. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya berharap ibu, bapak, dan kakak untuk memaafkan saya," lanjutnya.
Video tersebut kemudian kembali beredar di media sosial dan mendapat beragam tanggapan dari warganet.
Keluarga Yurizal Memaafkan
Ibu Yurizal menyatakan telah menerima permintaan maaf yang disampaikan Widhiyarini secara langsung.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
"Saya atas nama keluarga sudah memaafkan dan semoga jangan terjadi seperti ini lagi ke depannya, dan mudah-mudahan Yurizal sudah tenang di sana," kata ibu Yurizal.
Kakak Yurizal juga mengapresiasi langkah Widhiyarini yang datang langsung menemui keluarganya.
Menurutnya, permintaan maaf tersebut sudah lebih dari cukup bagi pihak keluarga.
"Buat saya, dia udah minta maaf sama kedua orang tua saya secara langsung udah lebih dari cukup," tulis kakak Yurizal dalam unggahannya.
Ia menyebut Widhiyarini menjadi salah satu pihak yang datang lebih dahulu ke rumah keluarga untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Awal Mula Komentar Widhiyarini Viral
Sebelumnya, Yurizal melalui akun Threads miliknya mengeluhkan kondisi yang dialaminya ketika menjalani perawatan di rumah sakit.
Pada 22 Juli 2026, Yurizal mengaku telah menunggu selama delapan jam tetapi belum mendapatkan ruangan.
"8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS," tulis Yurizal.
Unggahan tersebut kemudian mendapat sejumlah komentar dari pengguna media sosial yang disebut berasal dari kalangan tenaga kesehatan.
Salah satu komentar yang beredar disebut berasal dari akun milik dokter Beni Christian Sihombing.
"Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong," tulis akun @bennychrstn dalam tangkapan layar yang beredar.
Komentar lainnya disebut berasal dari dokter Elda Putri Rahardini.
"PP-nya kayak orang Have tapi aslinya Haven't kah? Haven't some brain cells," tulis akun tersebut.
Sementara itu, Widhiyarini melalui akun media sosialnya disebut memberikan komentar pada 25 Juli 2026.
"Potong aja kak na**nya nanti juga cepet dapet ruangan," tulisnya.
Komentar-komentar tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan menuai kritik dari warganet.
Kini, Widhiyarini telah menemui langsung keluarga Yurizal untuk menyampaikan permintaan maaf. Pihak keluarga pun menyatakan telah menerima dan memaafkan permintaan maaf tersebut.





