Lambeturah.co.id - Kunjungan Kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Rumah Sakit Efarina Etaham, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat pagi, diwarnai ketegangan. Lima siswi SMAN 1 Kabanjahe yang menjadi korban dugaan masalah kesehatan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat dilarang masuk oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Insiden perdebatan alot terjadi di luar area perawatan ketika pihak keluarga dan perwakilan orang tua korban memohon agar kelima siswi tersebut diberikan kesempatan untuk bertemu langsung dengan Wapres. Suasana yang kian memanas membuat situasi menjadi dramatis.
Bahkan, salah seorang siswi korban MBG dilaporkan tak kuat menahan kondisi hingga pingsan di lokasi. Ia harus dibopong oleh petugas dan keluarga masuk ke dalam ruangan medis. Setelah perdebatan panjang dan melihat kondisi korban, kelima siswi tersebut akhirnya diperbolehkan masuk bersama untuk menemui Wapres Gibran.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres Gibran yang didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Karo Antonius Ginting langsung menjenguk para siswa yang tengah menjalani perawatan, baik di RS Efarina Etaham maupun RS Amanda. Pengamanan ketat dari personel gabungan TNI-Polri tetap disiagakan di sekeliling area rumah sakit.
Di ruang perawatan, Gibran berdialog langsung dengan para siswi serta orang tua pendamping untuk memastikan proses penanganan medis berjalan optimal.
"Kita pastikan semuanya mendapat penanganan terbaik. Keluarga tidak perlu khawatir, pemerintah akan memantau terus perkembangan kesehatan adik-adik sekalian," ujar Wapres Gibran di sela-sela kunjungannya.
Menanggapi kejadian dugaan keracunan program MBG ini, Gubernur Bobby Nasution menegaskan bahwa Pemprov Sumut mendukung penuh langkah penanganan medis sekaligus pengawasan ketat terhadap kualitas pangan yang didistribusikan. Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting berkomitmen mendalami penyebab pasti insiden tersebut bersama instansi terkait agar kejadian serupa tidak terulang kembali.





