Lambeturah.co.id - Video yang memperlihatkan seorang lansia tunawisma diminta turun dari bus TransJakarta di Halte Kampung Melayu, Jakarta Timur, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Peristiwa tersebut memicu beragam reaksi warganet setelah disebut terjadi akibat keluhan penumpang lain terkait bau badan yang sangat menyengat.
Menanggapi viralnya video tersebut, TransJakarta menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, mengatakan pihaknya menyesalkan insiden tersebut dan berkomitmen melakukan evaluasi.
"Kami memohon maaf yang setulus-tulusnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan," ujar Ayu dalam keterangan resminya, Selasa (4/8/2026).
Menurut Ayu, petugas di lapangan mengambil tindakan setelah menerima laporan dari sejumlah penumpang yang mengeluhkan bau menyengat di dalam bus. Petugas kemudian melakukan pendekatan secara persuasif kepada penumpang yang bersangkutan hingga akhirnya ia turun dari bus.
Berdasarkan informasi yang diperoleh TransJakarta, pria tersebut merupakan seorang tunawisma. Sebagai bentuk kepedulian, pihak TransJakarta langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta agar yang bersangkutan dapat memperoleh penanganan dan bantuan yang sesuai.
"Sebagai bentuk kepedulian, kami telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial mengenai keberadaan pelanggan tersebut agar mendapatkan penanganan dan bantuan yang tepat," jelas Ayu.
TransJakarta juga memastikan insiden ini akan menjadi bahan evaluasi internal. Perusahaan akan memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) sekaligus meningkatkan pelatihan bagi petugas agar mampu menangani situasi serupa dengan lebih humanis.
Menurut Ayu, TransJakarta berkomitmen menjaga keseimbangan antara kenyamanan seluruh pelanggan dengan nilai-nilai kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Insiden ini pun memunculkan diskusi di media sosial mengenai pentingnya pelayanan transportasi publik yang tetap mengedepankan empati, khususnya terhadap kelompok rentan seperti tunawisma, tanpa mengabaikan kenyamanan penumpang lainnya.





